SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERILAKU RELIGIUS YANG DI TAMPILKAN OLEH KOMUNITAS MAFIA (Manunggaling Fikiran Lan Ati Ing Ndalem) SHOLAWAT GUS ALI GONDRONG DI PONOROGO

Anika Ni'matun Nisa

Abstrak


ABSTRAK

 

Nisa, Anika Ni’matun. 2017.Perilaku Religius yang Ditampilkan oleh Komunitas Mafia (Manunggaling Fikiran Lan Ati Ing Ndalem) Sholawat Gus Ali Gondrong di Ponorogo. Skripsi. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd, MS.i (II) Dr. Nuruddin Hady, SH.MH

 

Kata Kunci : Perilaku, Religius, Sholawat, Mafia Shalawat Gus Ali Gondrong

Perilaku religius merupakan tingkah laku yang didasarkan atas kesadaran tentang adanya Tuhan YME, semisal aktifitas keagamaan seperti shalat, zakat, puasa dan sebagainya. Perilaku religius bukan hanya terjadi ketika seseorang melakukan perilaku ritual saja, bukan hanya yang berkaitan dengan aktifitas yang tampak dan dapat dilihat mata, tapi juga aktifitas yang tidak tampak yang terjadi dalam seseorang. Sholawat merupakan salah satu tradisi yang tidak bisa dilewatkan. Mereka menganggap sholawat bukan hanya sekedar ritual belaka, melainkan memiliki essensi kecintaan terhadap Tuhan dan Rasul-Nya. Banyak sekali sholawat yang tersebar di Indonesia. Diantara sekian banyak kelompok-kelompok shalawat, Mafia Shalawat Gus Ali Gondrong merupakan salah satu dari sekian banyak kelompok-kelompok shalawat yang ada. Kegiatan yang ditampilkan dalam acara ini berupa perilaku religius yang akan memberikan perilaku yang positif serta bermanfaat untuk masyarakat. Perilaku religius yang ditampilkan dalam Mafia Sholawat Gus Ali Gondrong terdiri dari Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an dan Pembacaan Surat Yasin, Ceramah Keagamaan, Pembacaan Sholawat Nariyah, Tari Sufi, Hadroh Semut Ireng, Dzikir dan Do’a.

Tujuan dari penelitian ini untuk: (1) menjelaskan perilaku religius ditampilkan oleh anggota komunitas Mafia Sholawat Gus Ali Gondrong, (2) menjelaskan apa saja faktor-faktor yang melatarbelakangi perilaku religius oleh anggota komunitas Mafia Sholawat Gus Ali Gondrong (3) menjelaskan apakah perilaku religius yang ditampilkan oleh anggota komunitas Mafia Gus Ali Gondrong sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, dalam mencari data dari informan yang terdiri dari kepala Desa Duri bapak Suroto, ketua Mafia Shalawat Gus Ali Gondrong bapak Sayid, anggota penari sufi mbak Isma dan mbak Maulidzah, hadroh semut ireng mas Agus dan mas Wakhid, anggota Mafia Shalawat Gus Ali Gondrong di Desa Duri bapak Wiyono, Ibu Sri Murtini dan Ibu Cikrak. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan wawancara, studi dokumentasi dan observasi. Analisis data yang dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi).

  Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : Pertama, Desa Duri merupakan salah satu desa yang terdapat di Ponorogo dengan kegamaan yang masih kental sehingga Mafia Shalawat Gus Ali Gondrong saat ini berkembang. Kedua, perilaku religius pada kegiatan Mafia Shalawat Gus Ali Gondrong terdapat beberapa bagian, yaitu pembukaan, acara inti dan penutup. Di dalam pembukaan terdapat pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan pembacaan surat yasin. Acara inti terdapat ceramah keagamaan, pembacaan shalawat nariyah, tari sufi, hadroh semut ireng, dan dzikir. Sedangkan dalam penutup terdapat do’a. Ketiga, faktor-faktor yang melatarbelakangi perilaku religius tersebut adalah untuk mengistiqomahkan hati kepada Allah SWT, untuk meluapkan rasa cinta dan rindu kepada Allah SWT dan Rasul-nya, untuk membuat hati lebih tenang karena dengan bershalawat dan untuk menghilangkan perilaku yang buruk.  Keempat, perilaku religius yang ditampilkan oleh Mafia Shalawat Gus Ali Gondrong memang sudah sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat, yaitu norma agama, norma kesopanan, norma kesusilaan dan norma hokum. Hanya saja dalam pembacaan shalawat nariyah yang kurang sesuai.

 

Dari penelitian ini, saran yang berhubungan dengan komunitas Mafia Shalawat Gus Ali Gondrong di Desa Duri, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorgo, yaitu : (1) Mafia Shalawat Gus Ali Gondrong merupakan salah satu kelompok-kelompok sholawat yang ada di Ponorogo harus dilestarikan khususnya di Desa Duri, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo.(2) Penelitian ini diharapkan bisa memberi tambahan pengetahuan informasi, dan referensi kepada seluruh warga jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, khususnya mahasiswa Hukum dan Kewarganegaraan khususnya terkait sholawatan. (3) Penelitian ini diharapkan bisa memberi inspirasi kepada para calon peneliti yang lainnya. (4) Kelompok anggota Mafia Shalawat Gus Ali Gondrong khususnya di Desa Duri seharusnya mendapat perhatian lebih dari masyarakat dan pemerintah, karena melalui kelompok ini Mafia Shalawat Gus Ali Gondrong bisa lebih berkembang, tidak hanya di Desa Duri saja, tetapi juga desa lainnya.