SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Makna Simbolik Tari Mung Dhe Sebagai Pencerminan Identitas Nasional di Kabupaten Nganjuk

Eka Wulandari

Abstrak


ABSTRAK

 

Wulandari, Eka. 2017. Makna Simbolik Tari Mung Dhe Sebagai Pencerminan Identitas Nasional di Kabupaten Nganjuk. Skripsi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si (II) Siti Awaliyah, S.Pd., SH., M.Hum

 

Kata Kunci : Mung Dhe, makna simbolik, Identitas Nasional

Tari Mung Dhe merupakan tari yang bertemakan keprajuritan, sehingga gerakannya merupakan gerakan prajurit yang sedang berperang dan berlatih pedang. Tari ini lahir setelah terjadinya perang antara Pangeran Diponegoro melawan Belanda, yaitu sekitar tahun 1825-1830. Tari ini diciptakan oleh sisa prajurit Diponegoro yang berjumlah 14 orang dan melarikan diri ke Jawa Timur, tepatnya di daerah Alas Malang desa Babadan kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk. Tujuan diciptakan kesenian ini yaitu sebagai media penyamaran serta mengobarkan semangat dan mengumpulkan kembali anggota prajurit Diponegoro yang tercerai-berai di beberapa daerah. Dewasa ini kesadaran masyarakat akan seni dan budaya di Kabupaten Nganjuk sangat kurang, khususnya pada tari-tarian khas Nganjuk. Banyak diantara masyarakat Nganjuk yang tidak mengetahui kebudayaannya sendiri, terutama pemuda zaman sekarang yang lebih tertarik dengan budaya barat dan bahkan acuh dengan budanya sendiri. Mereka baru akan sadar jika budaya yang dimilki telah diklaim oleh negara lain. Oleh sebab itu perlu adanya pengenalan mengenai tari-tari tradisional kepada para generasi muda selaku generasi penerus bangsa.

Tujuan dari penelitian ini untuk: (1) Mendeskripsikan sejarah munculnya seni tari Mung Dhe  Kabupaten Nganjuk, (2) Mendeskripsikan bentuk pertunjukan tari Mung Dhe di Kabupaten Nganjuk, (3) Mendeskripsikan makna simbolik pertunjukkan tari Mung Dhe sebagai pencerminan identitas nasional di Kabupaten Nganjuk

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, dalam mencari data dari informan yang terdiri dari (1) Kokok Wijanarko, (2) Bapak Soegito, (3) Bapak Bisowarno, (4) Bapak Sumadi, (5) Bapak Samuel Tamira. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan wawancara, studi dokumentasi dan observasi. Analisis data yang dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi).

Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) gambaran umum  lokasi penelitian, (2) Sejarah Munculnya Seni Tari Mung Dhe di  Kabupaten Nganjuk, (3) Bentuk Pertunjukan Tari Mung Dhe di Kabupaten Nganjuk, (4) Makna Simbolik Pertunjukkan Tari Mung Dhe Sebagai Pencerminan Identitas Nasional.

 

Dari penelitian ini, saran yang berhubungan dengan Makna Simbolik Tari Mung Dhe Sebagai Pencerminan Identitas Nasional di Kabupaten Nganjuk, yaitu: (1) Perlu kiranya menampilkan tari Mung Dhe secara rutin pada setiap tahun, (2) Mengadakan Drum band tradisonal yang instrumennya menggunakan alat musik gamelan serta melibatkan penari Mung Dhe juga, (3) Mendirikan sanggar khusus tari Mung Dhe, (4) Tari Mung Dhe hendaknya dimasukkan ke dalam muatan lokal di setiap jenjang pendidikan di daerah Nganjuk tidak hanya di tingkat SMP saja, (5) Mengadakan lomba tari Mung Dhe antar sekolah di daerah kabupaten Nganjuk.