SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembentukan Moral Anak Melalui Nilai Kearifan Lokal yang Terkandung dalam Permainan Tradisional Congklak di Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri

Wahyu Ridiana

Abstrak


ABSTRAK

 

Pentingnyapembentukan moral anaksangat di perlukanuntukmengatasiterjadinyapenyimpangansosial.Kualitas hasil perkembangan sosial sangat bergantung pada proses belajar, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat. Hal ini bermakna bahwa proses belajar sangat menentukan kemampuan siswa dalam bersikap dan berperilaku sosial yang selaras dengan norma moral, agama, moral tradisi, moral hukum, dan norma moral yang berlaku dalam masyarakat.Berdasarkan hasil observasi oleh peneliti, kegiatan pembentukan moral anak melalui permainan tradisional yang terkandung dalam permainan tradisional congklak di Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri membawa dampak positif dalam pembentukan moral anak dalam pergaulan bermasyarakat melalui sebuah permainan tradisional yang memiliki nilai-nilai positif untuk bekal pengetahuan dikehidupan mendatang.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data yang diperoleh diuraikan secara deskriptif yaitu berupa kata-kata atau kalimat. Dalam penelitian kualitatif ini, peneliti mencari data dan informasi mengenai , kegiatan pembentukan moral anak melalui permainan tradisional yang terkandung dalam permainan tradisional congklak di Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri, kemudian memaparkan dan menjelaskan bagaimana pembentukan moral melalui nilai kearifan lokal dari permainan tradisional congklak yang telah dilakukan di Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

Hasil penelitian ini adalah: (1) Permainan tradisional congklak merupakan permainan yang sudah menjadi budaya di Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri, (2) Dalam permainan 2 orang pemain menggunakan papan yang dinamakan papan congklak dan 98 (14 x 7) buah biji yang dinamakan biji congklak atau buah congklak, (3) nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam permainan tradisional congklak terdapat nilai-nilai yang mengajarkan tengtang bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari, misalnya mengajarkan untuk bersikap Bijak dan Arif, jujur, gotong – royong, melatih kesabaran (ketelatenan), dan malatih hidup sederhana (tidak berlebihan), (4) Sebuah setting kehidupan yang sudah terbentuk secara langsung dapat memproduksi nilai-nilai melalui permainan tradisional congklak yang sering dilakukannya dan akan menjadi suatu kebiasaan.

 

Saran yang dapat dikemukakan peneliti adalah keadaan dibalik kesederhanan permainan congklak yaitu tidak hanya memindahkan sejumlah biji kebeberapa lubang yang telah disediakan, maka dengan ini anak-anak yang belum mengetahui konsep kearifan lokal dan manfaat congklak, setelahnya anak tersebut dapat mengetahui tentang permainan tradisional congklak, konsep kearifan lokal dan manfaat congklak untuk kemudian diterapkan dalam kesehariannya.