SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peranan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam Mengembangkan Desa Wisata Berbasis Ekowisata di Desa Selok Awar-awar Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang

anindi Sukmawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Sukmawati, Anindi. 2016. Peranan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam Mengembangkan Desa Wisata Berbasis Ekowisata di Desa Selok Awar-awar Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Moh. Yuhdi Batubara, S.H, M.Hum, (II) Rusdianto Umar, S.H, M.Hum.

 

Kata Kunci : peranan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, desa wisata, ekowisata

Peranan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam mengembangkan desa wisata berbasis ekowisata merupakan wujud komitmen dalam mengembangkan destinasi pariwisata yang mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pengembangan pariwisata nusantara yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, (1) peran Dinas Lingkungan Hidup dalam menunjang pengembangan destinasi pariwisata, (2) peran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam mengembangkan destinasi pariwisata, (3) bentuk kerjasama Dinas Lingkungan Hidup dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam mengembangkan desa wisata berbasis ekowisata.

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Dalam mencari data dari informan yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Pemerintah Desa, Masyarakat dan pekerja tambang. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan metode yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mengecek data yang diperoleh dari lapangan, reduksi data, analisis data dan penyimpulan. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triangulasi.

Adapun hasil penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut. Pertama, peran Dinas Lingkungan Hidup dalam menunjang pengembangan destinasi pariwisata yaitu sebagai motivator, fasilitator, konservator, serta informan. Kedua, peran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam mengembangkan destinasi pariwisata yaitu sebagai motivator, fasilitator, inisiator, konservator, promotor, serta dinamisator. Ketiga, bentuk kerjasama Dinas Lingkungan Hidup dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam mengembangkan desa wisata berbasis ekowisata dapat dilakukan dengan menerapkan pola kolaborasi sekunder dengan bentuk usaha secara formal maupun informal. Secara formal dengan melaksanakan program kegiatan masing-masing sesuai dengan peranannya. Sedangkan secara informal adanya koordinasi secara khusus dalam mengembangkan desa wisata.

Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: Peristiwa penambangan pasir ilegal yang terjadi di kawasan pesisir Pantai Watu Pecak menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang maupun daerah lainnya. Hal ini menjadi dasar pentingnya kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan agar meningkatkan kualitas kinerja dalam mengembangkan desa wisata berbasis ekowisata. Sehingga peristiwa penambangan pasir ilegal dengan dalih pengembangan desa wisata tidak terjadi lagi. Dengan harapan kedepannya mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Selain itu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan harus berupaya mendayakan kerjasama dengan berbagai pihak yang terlibat dalam kemajuan desa wisata agar desa wisata bisa segera terwujud sesuai dengan harapan. Karena pada dasarnya dalam mengembangkan desa wisata perlu adanya kerjasama antara berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah, swasta dan masyarakat. Agar pengembangannya berjalan optimal maka perlu adanya pendidikan pariwisata untuk menyamakan persepsi sekaligus ide kreatif demi kemajuan kualitas desa wisata. Sehingga keterlibatan masyarakat juga sangat menentukan dalam keberhasilan desa wisata. Hal ini perlu diketahui bahwa masyarakat memahami seluk beluk budaya dan informasi tentang objek wisata sekaligus sebagai pelaksana dalam kemajuan desa wisata dengan kreatifitas yang dimiliki masyarakat.

 

Kemudian diperlukan langkah strategis agar pembangun industri pariwisata berupa sumber daya manusia, sosial, karya manusia dan alam mampu bersaing secara sehat dan kompetitif. Oleh karena itu pemerintah harus memberikan kebijakan yang menguntungkan bagi pembangun industri pariwisata agar mampu menciptakan kreatifitas yang menarik minat wisatawan.