SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Nilai-Nilai budaya rimpu dalam kontek moralitas di kalangan perempuan Bima Desa Sakuru Kecamatan Monta Kabupaten Bima

Fatimah

Abstrak


ABSTRAK

 

Fatimah.2017. Nilai-Nilai Budaya Rimpu Dalam Kontek Moralitas Di Kalangan Perempuan Bima Desa Sakuru Kecamatan Monta Kabupaten Bima. Skripsi Jurusan Hukum Dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr. Sri Untari, M.Si, (II) Dr. Sutoyo, SH., M. Hum

 

Kata Kunci: Nilai-nilai Budaya Rimpu, Desa Sakuru Kecamatan Monta Kabupaten Bima

Nilai-Nilai budaya merupakan  nilai-nilai yang disepakati dan tertanam dalam suatu masyarakat, lingkup organisasi, lingkungan masyarakat yang mengakar pada suatu kebiasaan, kepercayaan (believe), simbol-simbol, dengan nilai karakteristik tertentu yang dapat dibedakan satu dan lainnya, sebagai acuan perilaku dan tanggapan atas apa yang terjadi atau sedang terjadi. Rimpu merupakan busana yang terbuat dari dua lembar sarung yang bertujuan untuk menutup seluruh bagian tubuh. Satu lembar untuk menutup kepala, satu lembar lagi sebagai pengganti rok (bawahan).

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui, (1) Perkembangan rimpu dalam kontek moralitas di kalangan perempuan Bima Desa Sakuru Kecamatan Monta Kabupaten Bima,(2) Nilai-nilai budaya rimpu dalam kontek moralitas di kalangan perempuan Bima Desa Sakuru Kecamatan Monta Kabupaten Bima, (3) Kendala-Kendala perkembangan budaya rimpu dalam kontek moralitas di kalangan perempuan Bima Desa Sakuru Kecamatan Monta Kabupaten Bima, (4) Solusi dalam mengatasi kendala-kendala perkembangan budaya rimpu Desa Sakuru Kecamatan Monta Kabupaten Bima. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif  dengan pendekatan kualitatif. Peneliti berusaha untuk menggambarkan bagaimana nilai-nilai budaya rimpu dalam kontek moralitas di kalangan perempuan bima Desa Sakuru Kecamatan Monta Kabupaten Bima. Data yang sudah terkumpul hasil penelitian baik berupa kata-kata, gambar, wawancara atau dokumentasi akan disusun secara terstuktur, seksama dan objektif. Hal tersebut untuk memberikan penjelasan secara terperinci dan sesuai dengan keadaan nyata tanpa direkayasa.

Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama,perkembangan budaya rimpu dalam kontek moralitas di kalangan perempuan  Desa Sakuru Kecamatan Monta Kabupaten Bima, Perkembangan  budaya rimpu saat ini hanya ada pada acara tertentu saja yaitu seperti hari jadi Bima. Budaya rimpu sekarang diterapkan disalah satu sekolah yaitu di SMAN 1 WOHA, pengguna rimpu biasa digunakan oleh siswa pada hari Juma’t walaupun pembelajaran sudah dimulai rimpu ini tetap digunakan di dalam kelas secara tidak langsung sekolah ini mendapatkan rujuan untuk menerapkan penggunaan rimpu di sekolah. Dengan adanya penerapan budaya rimpu di sekolah dapat membantu generasi penerus bangsa untuk mengetahui budaya lokal yang ada di tiap daerah masing-masing. Kedua,  Nilai-nilai budaya rimpu dalam kontek moralitas di kalangan perempuan Desa Sakuru Kecamatan Monta Kabupaten Bima: (1) nilai keindahan (estetika), (2) nilai kesopanan, (3) nilai moral, (4) nilai religi. Ketiga, Kendala-kendala perkembangan budaya rimpu dalam kontek moralitas di kalangan perempuan Bima Desa Sakuru Kecamatan Monta Kabupaten Bima: (1) Masuknya budaya asing, (2) Kurangnya peran pemerintah Desa Sakuru. Keempat solusi dalam mengatasi kendala-kendala dalam perkembangan budaya rimpu dalam kontek moralitas di kalangan perempuan Desa Sakuru Kecamatan Monta Kabupaten Bima: (1) Meningkatkan kesadaran masyarakat, (2) meningkatkan peran pemerintah Desa Sakuru.

 

Berdasarkan penelitian diatas maka saran yang dapat diberikan peneliti adalah Pemerintah Desa Sakuru hendaknya lebih memperhatikan orang yang melakukan tenunan dan usaha untuk melestarikan Tembe Nggoli yang digunakan untuk rimpu. Perlu adanya pendorong atau motivasi serta arahan dari pemerintah agar terjadi persaingan yang sehat, selain dari pemerintah Desa Sakuru masyarakat seharusnya punya kesadaraan dalam meningkatkan untuk melakukan tenunan di Desa Sakuru Kecamatan Monta Kabupaten Bima,  apabila ada masyarakat yang melakukan tenunan di Desa Sakuru ini agar para remaja menggunakan rimpu, dan masyarakat juga harus bisa menfilter budaya asing yang masuk di Desa Sakuru. Selain dari masyarakat Desa Sakuru remaja Desa Sakuru harus juga mempunyai kesadaran senantiasa untuk menggunakan rimpu karena rimpu merupakan budaya lokal yang di miliki orang Bima dan sebagai generasi penerus harus bisa melestarikan budaya lokal yang ada di tiap daerah masing-masing, janganlah pernah merasa malu ketika menggunakan budaya rimpu.