SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pemikiran Politik Gus Dur dalam Konteks Politik Indonesia

Yanuar Dwianta

Abstrak


ABSTRAK

 

Dwianta, Yanuar. 2017. Pemikiran Politik Gus Dur dalam Konteks Politik Indonesia. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si., (2) Hj. Yuniastuti, SH., M.Pd.

 

Kata kunci: Politik, Pemikiran Politik, Gus Dur, Politik Indonesia,

Pemikiran Politik Gus Dur dalam Konteks Politik Indonesia, Tujuan dari kajian ini untuk mendiskripsikan: (1) Pemikiran politik Gus Dur; (2) Gambaran perpolitikan Indonesia; (3) Relevansi pemikiran politik Gus Dur dengan politik Indonesia; (4) Sumbangan apa saja yang diberikan pemikiran politik Gus Dur terhadap politik Indonesia.

Metode kajian dalam penelitian pustaka ini menggunakan metode deskriptif, metode interpretatif, metode kompilatif, metode komparatif, dan metode analisis sintesis. Data yang diperoleh dari sumber-sumber pustaka diinterpretasikan, digabungkan, dibandingkan dan ditelaah sehingga menghasilkan suatu kesimpulan mengenai hal yang dikaji.

Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan dapat dijabarkan sebagai berikut. Pertama Gus Dur mempunyai pemikiran politik yang tidak mencita-citakan masyarakat yang Islami secara total dan bukan pula kaum sekuler yang memisahkan antara hubungan negara dan agama. Kedua Sistem politik Indonesia adalah demokrasi. Budaya politik Indonesia bersifat parokial-kaula di satu pihak dan partisipasi di lain pihak. Pancasila merupakan norma politik Indonesia. Ketiga Relevansi antara pemikiran politik Gus Dur dengan politik Indonesia yaitu Gus Dur memilih mengimplementasikan Islam sebagai etika sosial dalam kehidupan bernegara dan Pancasila adalah landasan konstitusional bernegara yang mengatur tentang kehidupan bernegara. Keempat Sumbangan pemikiran politik Gus Dur yaitu sikap, pemikiran, prinsip, dan ideologi yang dianut Gus Dur menjadi pedoman dan acuan dalam setiap pengambilan keputusan dan kebijakan politik PKB. Bagi Gus Dur, ideologisasi Islam tidak sesuai dengan perkembangan Islam di Indonesia.

 

Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melaksanakan kajian ini adalah sebagai berikut: (1) Bagi seluruh aktor politik di Indonesia yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam perpolitikan Indonesia hendaknya pemikiran politik dari Gus Dur yang unik, khas, dan sesuai dengan kemajemukan yang ada di Indonesia bisa menjadi suatu pedoman dalam melaksanakan kehidupan politik di Indonesia; (2) Untuk beberapa golongan yang masih mempertentangkan antara agama dengan Negara atau ideologi Islam dengan Pancasila, Agama dan Pancasila sudah mempunyai posisi masing-masing yang saling melengkapi dalam kehidupan bangsa Indonesia; (3) Bagi masyarakat Indonesia secara umum, sumbangan Gus Dur terhadap bangsa ini harus tetap dijaga dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.