SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

peran pemerintah desa dan masyarakat dalam pelestarian bangunan bersejarah rumah Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat di Desa Kauman Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi

alfin harits wildan

Abstrak


ABSTRAK

 

Wildan, Alfin Harits Norma. 2017. Peran Pemerintah Desa dan Masyarakat dalam Pelestarian Bangunan Bersejarah Rumah Dr. K.R.T.Radjiman Wediodiningrat di Desa Kauman Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparman AW, S.H., M.Hum (II) Dra. Arbaiyah Prantiasih, M.Si.

 

Kata Kunci : Peran, Pemerintah Desa, Masyarakat, Pelestarian Bangunan Bersejarah

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya. Untuk itulah kita harus menjaga dan melestarikan peninggalan-peninggalan sejarah mereka saat ini agar tetap dapat dijadikan pelajaran berharga bagi generasi penerus bangsa saat ini dan generasi yang akan datang. Namun sayangnya banyak diantara peninggalan-peninggalan pahlawan bangsa saat ini yang keadaannya kurang mendapatkan perhatian, salah satu contohnya adalah bangunan rumah yang mereka tempati semasa hidupnya. Rumah tersebut mempunyai nilai sejarah sebagai saksi dari perjuangan besar mereka untuk bangsa dan negara Indonesia, maka dari itulah peninggalan sejarah tersebut harus tetap dilestarikan. Salah satu contoh peninggalan pahlawan nasional yang masih ada adalah rumah Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat yang berusia sekitar 130 tahun yang terletak di Desa Kauman Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi Jawa Timur, seorang tokoh yang pernah menjadi ketua Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui (1) untuk memaparkan Pengelolaan Bangunan Bersejarah Rumah Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat, (2) untuk mengetahui peran pemerintah Desa dan masyarakat dalam pelestarian bangunan bersejarah rumah Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat yang ada di Desa Kauman Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi, (3) untuk mengetahuikendala yang dihadapi pemerintah Desa dan masyarakat dalam pelestarian bangunan bersejarah rumah Dr. K.R.T Radjiman Wediodiningrat yang ada di Desa Kauman Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi, dan (4) untuk mengetahui cara yang dilakukan pemerintah Desa dan  masyarakat dalam menghadapi kendala dalam pelestarian bangunan bersejarah rumah Dr.K.R.T. Radjiman Wediodiningrat yang ada di Desa Kauman Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, observasi langsung ke lapangan dan dokumentasi-dokumentasi yang berada dilapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Untuk menjamin kebasahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara sebagai berikut keikutsertaan, ketekunan, dan triangulasi.

Adapun hasil penelitian ini adalah (1) Pengelolaan bangunan bersejarah rumah Dr.K.R.T. Radjiman Wediodiningrat dikelola oleh ahli waris dengan dasar status kepemilikannya masih dimiliki secara sah oleh pihak ahli waris.(2) Pemerintah Desa Kauman berperan dalam pelestarian bangunan bersejarah rumah Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat yaitu dengan cara membangun jalan (pavingisasi)menuju area rumah tersebut dan membangun talut atau penahan tanah pada saluran air didepan area rumah Dr.K.R.T. Radjiman Wediodiningrat, serta peran lain seperti pengusulan pelebaran jembatan yang berada di jalan menuju area rumah Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat. Sedangkan masyarakat berperan dengan cara gotong royong membersihkan area rumah dan ikut dalam kegiatan desa dalam kaitannya pembangunan desa yang juga terkait dengan pelestarian bangunan rumah tersebut. (3) Kendala yang dihadapi oleh pemerintah Desa adalah masalah dana untuk melestarikan bangunan bersejarah rumah Dr.  K.R.T. Radjiman Wediodiningrat, sementara bagi masyarakat kendalanya terkait dengan kurang kepedulian dan kesadaran masyarakat dalam pelestarian bangunan rumah Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat. (4) Cara mengatasi kendala dari pemerintah Desa Kauman terkait dana adalah dengan melakukan komunikasi dengan pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Musrenbang Desa sampai Kabupaten, sementara cara mengatasi kendala dari masyarakat adalah dengan cara diadakan sosialisasi tentang kesejarahan Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat dari pihak-pihak terkait agar mereka masyarakat semakin mengetahui dan memahami sejarah Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat, sehingga dengan kegiatan-kegiatan seperti itu akan dapat menumbuhkan rasa kesadaran dan kepeduliaan mereka akan pentingnya melestarikan bangunan bersejarah rumah Dr.K.R.T. Radjiman Wediodiningrat.

 

Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian antara lain (1) peran beberapa pihak dalam pelestarian perlu ditingkatkan, khusunya dalam hal pendaan pembangunan dan perawatan. (2) Pemerintah Desa Kauman lebih sering mengadakan semacam kerja bakti yang sifatnya gotong royong untuk membersihkan bangunan bersejarah rumah Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat dan sekitar area dengan melibatkan masyarakat sekitar. (3) Kesadaran dan kepedulian dari masyarakat terhadap bangunan bersejarah rumah Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat perlu ditingkatkan, agar jasa-jasa Dr. KRT. Radjiman Wediodiningrat tetap dapat dikenal dan dikenang oleh masyarakat sekitar khususnya dan masyarakat lain umumnya. (4) Pemerintah Kabupaten Ngawi segera merealisasikan rencananya untuk menjadikan desa Kauman ini sebagai suatu tujuan wisata dengan menjadikannya sebagai desa wisata sejarah atau“trading tourism investment” sebagai bagian dari rencana pengembangan potensi wisata yang ada di wilayah Kabupaten Ngawi dengan konsep jalur “Jatipangawitan” yang merupakan singkatan nama sejumlah daerah di Ngawi yang membentang dari Karangjati, Padas, Ngawi, Widodaren dan Mantingan sepanjang 75 km.