SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

“Partisipasi Politik Pemilih Pemula dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Malang Tahun 2013 di Kelurahan Pandanwangi”.

Budi Pangestu

Abstrak


Pangestu, Budi. 2016. “Partisipasi Politik Pemilih Pemula dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Malang Tahun 2013 di Kelurahan Pandanwangi”. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sukowiyono, S.H, M.Hum, (II) Rusdianto Umar, S.H, M.Hum

 

Kata Kunci: partisipasi politik, pemilih pemula, pemilihan kepala daerah

Demokrasi merupakan paham politik yang dianut oleh pemerintah Indonesia. Pemilukada merupakan salah satu bentuk demokrasi yang dijalankan pemerintah daerah di Indonesia. Setiap warga negara berhak untuk mengeluarkan pendapat baik secara lisan dan tulisan sekaligus bagi para pemilih pemula yang sudah cakap hukum, dan berhak untuk mengeluarkan pendapatnya untuk memilih para pemimpin daerah secara langsung. Berdasarkan data yang didapat dari Komisioner KPU Kota Malang diketahui bahwa ditahun 2013 jumlah pemilih pemula di Kota Malang mencapai 40% dari daftar pemilih tetap sebanyak 612.565 pemilih, dan sebanyak 60-70% pemilih pemula memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya. Para pemilih pemula umumnya belum mendapatkan pendidikan politik yang memadai sehingga lebih memilih untuk Golput, oleh karena itu peneliti ingin meneliti bagaimana partisipasi Partisipasi Politik Pemilih Pemula Dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Malang Tahun 2013.

Penelitian ini menggunakan metode expost facto dengan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Metode expost facto digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik pemilih pemula di Kelurahan Pandanwangi. Teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Data diambil dari beberapa informan, yaitu para pemilih pemula di kelurahan Pandanwangi dan anggota KPU Kota Malang. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data model interaktif yang terdiri dari (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) verifikasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pemilih pemula di Kelurahan Pandanwangi memiliki pemahaman partisipasi politik yang cukup baik, bentuk partisipasi politik yang dilakukan oleh pemilih pemula di Kelurahan Pandanwangi yaitu berupa pemberian suara. Faktor pendorong partisipasi politik pemilih pemula di Kelurahan Pandanwangi yaitu faktor usia, rasa ingin tahu/penasaran dan kesadaran. Sedangkan yang menjadi kendala bagi pemilih pemula di Kelurahan Pandanwangi yaitu minimnya pengetahuan terkait ukuran yang menjadi dasar penilaian atau penetapan (kriteria) dalam menentukan pemimpin yang baik. Partisipasi politik yang ditunjukkan oleh pemilih pemula Kelurahan Pandanwangi termasuk dalam kategori partisipasi aktif, hal ini terlihat dari antusiasme para pemilih pemula untuk datang ke TPS.

Saran yang disampaikan oleh peneliti yaitu pemilih pemula sebaiknya mampu memanfaatkan beberapa media informasi baik media cetak maupun elektronik agar dapat memiliki pengetahuan serta pemahaman yang baik tentang politik. Selain itu diperlukan juga peran keluarga dan lingkungan tempat tinggal untuk memberikan pendidikan politik kepada pemilih pemula.