SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN PENDEKATAN INKUIRI PADA PEMBELAJARAN PPKN DI KELAS X SMAN 3 BATU

bintang setyo utomo

Abstrak


ABSTRAK

Utomo, Bintang. 2016. Penerapan Pendekatan Inkuiri Pada Pembelajaran PPKn Kelas X SMAN 3 Batu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Margono, M. Pd., M. Si.  (II) Siti Awaliyah, S.Pd., SH., M. Hum.

Kata Kunci: PPKn, Pendekatan, Pembelajaran, Inkuiri

Pembelajaran PPKn saat ini banyak ditemukan guru yang hanya menggunakan metode ceramah saja, tidak ada peran aktif dalam pembelajaran sehingga membuat siswa cenderung bosan dan mudah mengantuk dalam pembelajaran. Maka  perlu bervariasi dalam melakukan pembelajaran contohnya menggunaakan pembelajaran inkuiri. Dalam proses pembelajaran inkuiri menitikberatkan bahwa pusat pembelajaran adalah siswa, sedangkan guru hanya sebagai motivator ataupun fasilitator saja. Dalam pembelajaran inkuiri mengacu pada 3 aspek yaitu aspek kognitif, psikomotorik dan afektif.

Penelitian dalam skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan tehnik analisis triangulasi sekaligus mengecek keabsahan data. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sesuai dengan rumusan masalah bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan pendekatan inkuiri dalam pembelajaran PPKn Kelas X SMAN 3 Batu. Sumber data dari penelitian ini berasal dari pengamatan peneliti terhadap proses pembelajaran inkuiri di SMAN 3 Batu, wawancara terhadap guru PPKn SMA 3 Batu dan pengambilan angket kuisioner respon siswa terhadap pembelajaran inkuiri.

Perencanaan dalam pembelajaran inkuiri guru mempersiapkan apersepsi dan motivasi kepada siswa dan guru melihat kesiapan siswa di kelas dalam mengikuti kegiatan pembelajaran inkuiri. Pada proses pembelajaran pendekatan inkuiri di kelas X SMAN 3 Batu kurang sesuai seperti yang dijelaskan (Garton, 2005:24) bahwa pembelajaran inkuiri terdapat 5 tahapan, sedangkan proses pembelajaran inkuiri di kelas X SMAN 3 Batu hanya terdapat 3 tahapan. Setelah diadakan pre-test dan post test  hasil belajar siswa kelas X-2 dan X-3 setelah diadakan pembelajaran inkuiri mengalami peningkatan. Hasil angket respon siswa terhadap pembelajaran inkuiri juga mampu memotivasi siswa, memahami konsep sendiri, komunikasi dan interaksi terhadap teman menjadi baik, pemahaman siswa terhadap materi semakin baik. Dalam proses penggunaan pendekatan inkuiri pada pembelajaran PPKn kelas X SMAN 3 Batu terdapat hambatan-hambatan seperti diperlukan siswa yang mayoritas adalah siswa pemikir atau cerdas. Selain itu guru juga masih kurang dalam memberikan motivasi kepada siswa dan guru masih kurang sabar dalam mengontrol kelas.

 

Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini : (1) bagi mahasiswa dapat mengembangkan hasil temuan ini kedalam referensi belajar yang sedang menempuh program studi ilmu pendidikan (2) bagi guru dapat menambah variasi dalam kegiatan pembelajaran khususnya mata pelajaran PPKn (3) bagi peneliti selanjutnya dapat menjadikan skripsi ini sebagai referensi dalam penelitian yang bertemakan pembelajaran inkuiri.