SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

EKSISTENSI MUSEUM PROKLAMATOR BUNG KARNO SEBAGAI OBJEK WISATA EDUKATIF DI KOTA BLITAR

Eva Octavia Afrida

Abstrak


ABSTRAK

Eva Octavia Afrida, 2016.  Eksistensi Museum Proklamator Bung Karno sebagai Objek Wisata Edukatif Di Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suko Wiyono, SH, MH, (II) Dr. Sri Untari, M.Si

Kata kunci: eksistensi, museum, wisata edukatif

Berdasar Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 1995, museum adalah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan dan pemanfaatan benda-benda bukti materiil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa. Penelitian ini adalah mengenai eksistensi museum proklamator Bung Karno sebagai obyek wisata edukasi di kota Blitar. Dengan penelitian yang ada diharapkan ada gambaran yang lebih lengkap mengenai bagaimana sebuah museum proklamator menjalankan fungsinya sebagai obek wisata edukasi. Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan Museum proklamator Bung Karno sebagai objek wisata edukasi di Kota Blitar, untuk mengetahui kendala yang dihadapi pengelola museum proklamator Bung Karno dalam upaya menarik minat pengunjung,dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh pengelola museum Proklamator Bung Karno dalam rangka menarik minat pengunjung.

 

Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, peneliti berusaha mendapatkan informasi yang lengkap mengenai eksistensi museum proklamator Bung Karno. Sumber data dalam penelitian ini adalah; informan, dokumen, peristiwa. Ada tiga cara dalam mengumpulkan data, yaitu: Observasi partisipatif, Wawancara mendalam,  dan dokumentasi. Langkah-langkah dalam analisa data yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Sedangkan pengecekan keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber.

 

Dari proses penelitian yang dilakukan menghasilkan tiga poin, yaitu: pertama: pengelolaan Museum proklamator Bung Karno sebagai objek wisata edukasi, dengan  menyediakan sarana pendidikan dan ilmu pengetahuan dalam bentuk visual.  Pengelolaannya melibatkan pemerintah daerah Kota Blitar mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, sampai dengan kontrol manajemen. Kedua:  Kendala yang dihadapi pengelola museum berkaitan dengan SDM terbatas. kemudian berkaitan teknologi pelayanan, yang memerlukan inovasi dalam pemanfaatan teknologi terkini. Ketiga:,Upaya yang dilconstrainstakukan oleh pengelola museum proklamator Bung Karno dalam rangka menarik minat pengunjung, diantaranya: pertama adalah mempromosikan kepada stakeholder misalnya di sekolah, perguruan tinggi dan masyarakat umum melalui media komunikasi digital dan non digital, kedua adalah membangun dan mengembangkan industri kreatif yang berbasis nilai-nilai kemuseuman dan budaya serta edukatif sehingga memiliki daya tarik tersendiri, ketiga mengelola hubungan yang baik antara museum proklamator Bung Karno dengan pengunjung melalui kegiatan atau even-even yang menarik pengunjung serta kartu pengunjung dan group-group di media sosial bagi pengunjung.

 

Maka dalam konteks pengelolaan Museum Proklamator sebagai wisata edukatif, perlu mengembangkan teknologi yang aplikatif dalam menampilkan museum proklamator yang digital. Ke dua, Perlu adanya kebijakan dari pemerintah kota Blitar dalam memperkuat peran pengelola dalam pelayanan kepada pengunjung museum Proklamator Bung Karno terutama kebutuhan SDM yang memadai. Ke tiga, dukungan promosi oleh Pemerintahan kota Blitar dalam meningkatkan pengunjung museum Proklamator Bung Karno.