SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

"Sapi Sonok" Potensi budaya lokal sebagai industri budaya kreatif di kabupaten pamekasan

Imam Faluti

Abstrak


ABSTRAK

Faluti, Imam. 2016. "Sapi Sonok" Potensi Budaya Lokal Sebagai Industri Budaya Kreatif Di Kabupaten Pamekasan. Skripsi. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Yudi Batubara, S.H, M.H (II) Dr. Nuruddin Hady, M.Hum

Kata Kunci: Budaya, Sapi Sonok, Pemerintah Daerah.

Indonesia merupakan suatu negara yang sangat kaya akan keanekaragaman budaya, hal ini dikarenakan Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dimana masing-masing suku bangsa tersebut memiliki perbedaan dan keunikan baik dari segi bahasa daerah, adat istiadat, kebiasaan, dan berbagai hal lain yang memperkaya keanekaragaman dari budaya Indonesia  itu sendiri. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dalam berbagai hal, seperti anekaragaman budaya, lingkungan alam, dan wilayah geografisnya. Kebudayaan lokal Indonesia yang sangat beranekaragam menjadi suatu kebanggaan sekaligus tantangan untuk mempertahankan. Misalnya potensi Budaya Lokal Sapi Sonok yang ada di wilayah Madura lebih tepatnya di Kabupaten Pamekasan, Sapi Sonok merupakan perlombaan kecantikan sapi yang mementingkan segi keindahan, keserasian dan keterampilan sapi betina yang memerlukan peran Pemerintah Daerah dalam melestarikan dan menetapkan budaya lokal Sapi Sonok ini sebagai industri budaya kreatif yang di miliki oleh masyarakat pamekasan.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Sejarah awal mula ditemukannya budaya lokal Sapi Sonok di Kabupaten Pamekasan; (2) Kronologi kegiatan dan penilaian dalam festival kontes budaya lokal Sapi Sonok, (3)Peran Pemerintah Daerah dalam menetapkan budaya lokal Sapi Sonok sebagai industri budaya kreatif yang dimiliki oleh masyarakat Pamekasan; (4) Peran Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam melestarikan budaya lokal Sapi Sonok sebagai industri kreatif di Kabupaten Pamekasan; (5) Dampak adanya budaya lokal Sapi Sonok sebagai industri budaya kreatif bagi kehidupan masyarakat.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Data penelitian yang berupa dokumentasi dan hasil wawancara dengan beberapa informan yaitu bapak Rusdiyadi, M.Pd. Selaku kepala bagian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, Bapak Sonny Budiharto, SH. M.Si. selaku kasi pembina seni budaya dan nilai-nilai tradisional, tokoh masyarakat yaitu Bapak Suharso (Ketua paguyuban Sapi Sonok Kecamatan Waru), Pemilik Sapi Sonok yaitu Bapak H. Ismail, serta Bapak Moh. Mukri sebagai anggota masyarakat. Kegiatan analisis data dengan menggunakan model analisis interaktif, dimulai dengan tahap 1) reduksi data, 2) penyajian data, 3) penarikan kesimpulan atau verifikasi data.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama mengenai Sejarah awal mula ditemukannya budaya lokal sapi sonok di kabupaten pamekasan, Sapi Sonok pertama kali dicetuskan oleh warga batu kerbui pesisir utara pamekasan. Dalam sejarahnya setiap kali selesai bekerja membajak ladang, para petani biasanya memandikan sapinya itu setelah dimandikan maka sepasang sapi itu didiamkan ke satu tiang "Tancek". Kebiasaan itu juga dilakukan oleh petani lain dalam satu petak tanah tegal sehingga tampak ramai. Dalam perkembangannya, kemudian muncul pemikiran dari para petani untuk memilih dan  melombakan  mana sapi yang paling bersih dan rapi berdiri.

Kedua, kronologi Kegiatan Dan Penilaian Dalam Festival Kontes Budaya Lokal Sapi Sonok. Sebelum acara dimulai, beberapa pemilik sapi menari sambil menggiring sapi-sapi mereka keliling lapangan. Grup musik Saronen mengiringi pasangan. Menjelang keberangkatan menuju arena, beberapa perangkat dan aksesoris sapi dipasang. Perangkat pokok adalah pangonong. Perangkat ini di letakkan di atas leher, depan punuk dua ekor sapi yang akan di ikutkan kontes dengan cara diikat dengan tali (kalung) pada leher sapi.

Ketiga, peran pemerintah daerah dalam menetapkan budaya lokal sapi sonok sebagai industri budaya kreatif yang dimiliki oleh masyarakat pamekasan, peran pemerintah daerah kabupaten pamekasan dalam upaya untuk mematenkan hak cipta budaya lokal sapi sonok ke departemen Hukum dan HAM. Hal ini memang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten pamekasan agar mendapat kepastian kalau budaya lokal sapi sonok yang selama ini juga digemari oleh masyarakat madura itu adalah milik asli dan hasil ciptaan masyarakat pamekasan.

Keempat, peran pemerintah daerah dan masyarakat dalam melestarikan budaya lokal sapi sonok sebagai industri budaya kreatif di kabupaten pamekasan, peran pemerintah daerah yaitu: (1) Lebih mendorong masyarakat pamekasan untuk memaksimalkan potensi budaya lokal sebagai industri budaya kreatif beserta pemberdayaannya dan pelestariannya (2) Selalu mempertahankan budaya lokal yang ada di kabupaten pamekasan agar tidak pernah punah (3) Pemerintah daerah harus lebih memperkenalkan dan mempromosikan kebudayaan-kebudayaan lokal yang dimiliki oleh masyarakat pamekasan kepada wilayah-wilayah lain diluar madura (4) Membuat acara penggelaran kebudayaan lokal yang dimiliki oleh masyarakat pamekasan di wilayah kabupaten pamekasan maupun diluar kabupaten pamekasan (5) Memberikan hak paten terhadap setiap kebudayaan lokal yang dimiliki oleh masyarakat pamekasan seperti misalnya budaya lokal kerapan sapi dan sapi sonok. Sedangkan peran masyarakat dalam melestarikan budaya lokal sapi sonok yang ada di kabupaten pamekasan diantaranya yaitu: (1) ikut melestarikan dan mengembangkan kebudayaan lokal yang ada diwilayah pamekasan terutama sapi sonok mengingat sapi sonok masih belum banyak dikenal orang masyarakat luar madura utamanya (2) Mencintai dan mengenal kebudayaan lokal yang ada di pamekasan utamanya, agar timbul di dalam diri masyarakat pamekasan untuk menjaga budaya lokal dari pengaruh kebudayaan lain yang membawa dampak negatif (3) Masyarakat pamekasan harus bangga dengan budaya lokal yang dimiliki saat ini seperti misalnya budaya lokal sapi sonok ini.

Kelima, dampak adanya budaya lokal sapi sonok sebagai industri budaya kreatif di kabupaten pamekasan bagi kehidupan masyarakat ada tiga aspek yaitu; (1) aspek ekonomi (2) aspek konservasi (3) aspek sosial budaya