SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Budaya Lejong Tau oleh Mahasiswa Manggarai di Kota Malang.

Fransiskus Apon

Abstrak


ABSTRAK

Apon Fransiskus. 2016. Budaya Lejong Tau oleh Mahasiswa Manggarai di Kota Malang.Skripsi,Program Studi S1 PendidikanPancasiladanKewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ketut Diara Astawa, SH, M.Si (II) Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd, M.Si

Kata Kunci: Budaya, Lejong Tau, dan Mahasiswa Manggarai di Kota Malang,

Fenomena perwujudan eksistensi manusia dalam suatu budaya sangat bervariasi antara individu atau sekelompok masyarakat yang satu dengan yang lainnya dan terjadi dalam tempat dan periode sejarah yang berlainan pula. Pada umumnya cara berpikir dan cara berprilaku dari individu atau sekelompok manusia merupakan hal yang paling menonjol yang selalu diwujudkan manusia melalui kebudayaan.Budaya lejong tau pada orang Manggarai adalah wujud dari rasa sosialitas manusia sebagai makhluk sosial dan berbudaya. Budaya ini yang pada akhirnya membentuk dan memberi rangsangan kesadaran akan hakekat manusia Manggarai sebagai makhluk sosial. Sebab manusia akan senantiasa ada bersama yang lain, dan sampai kapanpun manusia tak bisa berdiri sendiri tanpa kehadiran yang lain. Sadar akan sosialitas dirinya(manusia), akan membentuk pola pikir dan cara pandang yang positif terhadap yang lain di mana konsep tentang “Aku dan Kamu” adalah sama, karena sama-sama  memiliki subjek Aku. Sehingga yang lain dapat disebut seperti dalam konsep seperti ini “Kamu adalah Aku yang Lain”, begitu juga sebaliknya.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penerapan budaya lejong tau oleh mahasiswa Manggarai di kota Malang; (2) perwujudan budaya lejong tau yang ditampilakan oleh mahasiswa Manggarai di kota Malang; (3) nilai-nilai yang terkandung dalam budaya lejong tau yang ditampilkan oleh mahasiswa Manggarai di kota Malang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif,dengan jenis penelitian deskriptif.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Subyek penelitiannya adalah mahasiswa asal Manggarai yang berkuliah di Kota Malang. Kegiatananalisis data denganmenggunakan model analisis interaktif.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga temuan penelitian sebagai berikut; pertama, penerapan budaya lejong tau oleh mahasiswa Manggarai di kota Malang tampak dalam pembentukan sebuah organisasi. Organisasi itu adalah IKAMMA (Ikatan Mahasiswa Manggarai Malang) yang terdiri atas 4 (empat) perkumpulan kecil yang berlokasi sesuai dengan tempat tinggal mereka masing-masing di kota Malang. Keempat perkumpulan tersebut diantaranya; Perkumpulan mahasiswa Manggarai di daerah Dinoyo, perkumpulan mahasiswa Manggarai di daerah Pisang Candi, perkumpulan mahasiswa Manggarai di daerah Kanjuruhan dan perkumpulan mahasiswa Manggarai di daerah Belimbing Malang. Kedua, perwujudan budaya lejong tau yang ditampilkan oleh mahasiswa Manggarai di kota Malang tampak dalam keterlibatan dari semua mahasiswa Manggarai 4 (empat) rayon di kota Malang dalam kegiatan pertemuan rutin sesuai jadwal yang telah ditentukan bersama, pengumpulan dana atau mengadakan arisan menjelang acara-acara penting yang bersifat umum seperti; perayaan hari raya besar khususnya acara makan bersama menjelang Natal dan tahun baru, pesta wisuda, acara penerimaan mahasiswa baru, doa bersama dan pertandingan persahabatan antar rayon bersama keluarga besar mahasiswa Manggarai di kota Malang. Ketiga, Nilai-nilai yang terkandung dalam budaya lejong tau antara lain; nilai sosial, nilai moral, nilai religius, nilai persatuan, nilai persaudaraan, nilai kekeluargaan, nilai kesopanan dan nilai kedisiplinan.

Berdasarkan temuan penelitian disarankan kepada semua mahasiswa Manggarai di kota Malang untuk; (a) Sebagai makhluk sosial dan berbudaya semua mahasiswa Manggarai yang kuliah di kota Malang harus bisa menerapkan dan mewujudkan budaya lejong tau dengan baik, karena budaya lejong tau adalah lingkaran kebersamaan yang mempersatukan orang-orang Manggarai dimanapun berada. (b) Sebagai agen penerus bangsa, mahasiswa Manggarai di kota Malang harus bisa memahami nilai-nilai dan pesan yang terkandung dalam budaya lejong tau, karena sesungguhnya budaya lejong tau merupakan sebuah perwujudan dari apa yang disebut sebagai sebuah keluarga besar ciptaan Tuhan Yang  Maha Esa yang menyebabkan segala sesuatu di dunia ini ada dan hidup. Ungkapan ini hendak mengutarakan sebuah bentuk sosialitas manusia sebagai mahkluk yang selamanya senantiasa membutuhkan kehadiran yang lain dan selalu ada bersama yang lain baik manusia maupun dengan alam semesta ini. Budaya lejong tau bukan sekedar sebuah pola relasi yang biasa-biasa saja, namun lebih dari itu budaya lejong tau hendak mempertegas kesadaran akan eksistensi sosialitas manusia itu sendiri.