SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

. Peran Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga dalam mengembangkan objek wisata yang berbasis kearifan lokal di Kabupaten Sumenep

FAISAL ADHIM

Abstrak


ABSTRAK

Adhim, Faisal. 2016. Peran Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga dalam mengembangkan objek wisata yang berbasis kearifan lokal di Kabupaten Sumenep . Skripsi,Program Studi S1 PendidikanPancasiladanKewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Suko Wiyono. S.H, M.H (II) Dra. Arbaiyah Prantiasih, M.Si

Kata Kunci: Peran Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, mengembangkan, Kearifan Lokal

Dalam rangka mengembangkan objek wisata yang berbasis kearifan lokal yang ada di Kabupaten Sumenep, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga bekerjasama untukmengembangkan objek wisata yang ada di Kabupaten Sumenep dengan Kementrian PariwisataRI dan juga Badan Pengembangan Wilayah Suramadu dalam mengembangkan objek wisata yang ada di Kabupaten Sumenep.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) peran Dinas kebudayaan, pariwisata, pemuda dan olahraga  (disbudparpora) dalam mengembangkan objek wisata di Kabupaten Sumenep; (2) program Dinas kebudayaan, pariwisata, pemuda dan olahraga  (disbudparpora) dalammengembangkanobjekwisata di KabupatenSumenep;(3) Kendala yang ditemuidalammelaksanakan program dariDinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) dalam mengembangkanobjekwisata di KabupatenSumenepdan(4) upaya yang dilakukan dalam melaksanakan program oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) dalam mengembangkan objekwisata di KabupatenSumenep

Penelitianinimenggunakanpendekatankualitatif, denganjenis penelitiandeskriptif.Pengumpulan data dilakukandenganmenggunakanpengamatan, wawancara,dandokumentasi.Data penelitian yang berupadokumentasidanhasilwawancaradenganbeberapainforman yaitukepala Disbudparpora, penjaga tempat wisata, danpelaku usaha yang ada di tempat wisata. Dianalisisdenganmenggunakanmodel analisis interaktif, dimulaidaritahap(1) Pengumpulan data;(2) Reduksi data; (3) Penyajian data; dan(3) penarikan kesimpulan.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama mengenai peran disbudparpora yaitupelaksana dan bertanggung jawab terhadap pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Sumenep, fasilitator dalam pengembangan pariwisata dan perencana tempat wisata. Kedua, Program Disbudparpora dalam mengembangkan pariwisata di Kabupaten Sumenep yaitu perbaikan tempat bermain di semua tempat Wisata di Kabupaten Sumenep, renovasi gedung Museum Keraton, pemeliharaan dan perawatan sarana wisata seni dan budaya, pembuatan booklet dan kalender pariwisata, mengadakan pameran wisata, pelatihanSumberDayaManusia(SDM) pariwisata, publikasi di Media Promosi, promosi dan pemasaran Kabupaten Sumenep.Ketiga,Kendala-kendala yang dihadapi oleh disbudparpora dalam mengembangkan objek wisata yang ada di Kabupaten Sumenep adalah (1) keterbatasan anggaran dari pemerintah ; (2) paradigma masyarakat yang beranggapan bahwa dalam pengembangan pariwisata identik dengan mengembangkan maksiat. (3) belum adanya regulasi yang mengatur tentang kepariwisataan di Kabupaten Sumenep.Keempat, upaya yang dilakukan oleh disbudparpora dalam mengembangkan objek wisata yang ada di Kabupaten Sumenep antara lain (1) melakukan kordinasi dengan Kementrian Pariwisata RI, (2) melakukan kordinasi dengan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS).

Beberapa saran daripenelitidiajukankepadabeberapapihak, yakni(1) bagi masyarakat, perlunya kesadaran bahwa mengembangkan objek wisata tidak hanya menjadi tanggung jawab dari pemerintah daerah melainkan juga harus adanya dukungan dari masyarakat yang ada di sekitar objek wisata,(2) masyarakat hendaknya ikut serta dalam kegiatan pengembangan yang dilakukan oleh disbudparpora,  baik itu membantu secara finansial ataupun membantu dengan tenaga,(3) Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) diharapkan bisa mengembangkan objek wisata secara maksimal dengan dana yang telah diberikan oleh pemerintah meskipun masih membutuhkan bantuan dari berbagai pihak lain, (4) Perlunya menumbuhkan kepercayaan kepada masyarakat bahwa mengembangkan objek wisata tidak semata-mata identik dengan mengembangkan maksiat, (5) Perlunya diadakan kegiatan pembinaan terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata. SumberDayaManusia (SDM) Pariwisata disiniyang dimaksud adalah masyarakat di sekitar tempat wisata, guide, pengusaha hotel, rumah makan dan restoran, biro travel dan semua pihak terkait penyedia usaha jasa pariwisata.