SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peranan Kepolisian Resort Malang Kota dalam Menanggulangi Tindak Pidana Pencurian Kendaraan Bermotor (curanmor) di Kota Malang

Desi Nurul Imaniar

Abstrak


ABSTRAK

 

Imaniar, Desi Nurul. Peranan Kepolisian Resort Malang Kota dalam Menanggulangi Tindak Pidana Pencurian Kendaraan Bermotor (curanmor) di Kota Malang. Skripsi. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Suko Wiyono, S.H, M.H (II) Dr. Nuruddin hady S.H, M.H.

 

Kata Kunci: Polres Malang Kota, menanggulangi, curanmor

 

Kejahatan merupakan hal yang tidak asing lagi dikalangan masyarakat kota Malang. Salah satu tindak kejahatan adalah pencurian. Pencurian yang sering terjadi di kota Malang adalah pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Dari tahun ketahun laporan kasus curanmor di kota Malang mengalami peningkatan. Hal ini sangat meresahkan masyarakat kota Malang. Untuk menanggulangi hal tersebut dibutuhkan peran lembaga penegak hukum dalam hal ini Kepolisian Resort Malang Kota. Perlu adanya upaya-upaya dari Polres Malang Kota untuk menanggulangi masalah curanmor di kota Malang.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) wilayah yang banyak terjadi kasus tindak pidana curanmor di kota Malang; (2) upaya-upaya yang dilakukan Kepolisian Resort Malang Kota dalam menanggulangi curanmor di Kota Malang; (3) Kendala-kendala yang dihadapi oleh Kepolisian Resort Malang Kota dalam menanggulangi curanmor di kota Malang; (4) upaya-upaya Kepolisian Resort Malang Kota untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam menanggulangi curanmor di kota Malang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Data penelitian berupa dokumentasi dan hasil wawancara dengan beberapa informan yaitu AKP Hery Purwanto (Bagian Ops.), Aiptu Andik Puji Karyanto S.H dan Bribda Aditya Anggoro, (Bareskrim Polres Malang Kota), dan korban curanmor Maria Ulfa (Mahasiswi Universitas Negeri Malang). Kegiatan analisis data dengan menggunakan tiga langkah pokok dalam analisis data pengamatan yaitu (1) memilih dan merumuskan masalah, konsep, dan indeks yang digunakan. (2) mengukur kekerapan dan penyebaran peristiwa-peristiwa atau karakteristik yang dikaji. (3) pemasukan temuan-temuan ke dalam model deskriptif umum tentang kelompok yang dikaji.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama mengenai wilayah yang banyak terjadi kasus tindak pidana curanmor di kota Malang yaitu di kecamatan Lowokwaru karena kecamatan Lowokwaru merupakan daerah perguruan tinggi mengingat bahwasanya yang menjadi korban curanmor terbanyak adalah dari kalangan mahasiswa. Kedua, upaya-upaya yang dilakukan Polres Malang Kota dalam menanggulangi curanmor di kota Malang yaitu terdapat upaya preventif yang terdiri dari (1) kerja sama dengan masyarakat, (2) himbauan kepolisian untuk menggunakan kunci ganda pada kendaraan bermotor, (3) patroli di semua wilayah kota Malang, (4) razia sepeda motor, dan upaya represif diantaranya (1) pemblokiran nomor kendaraan bermotor, (2) buser lapangan untuk menangkap pelaku curanmor, (3) Pemanggilan korban curanmor, (4) Proses persidangan untuk memberikan sanksi kepada pelaku curanmor. ketiga, kendala-kendala yang dihadapi oleh Polres Malang Kota dalam menanggulangi curanmor di kota Malang yaitu (1) kecerobohan masyarakat dalam memarkir kendaraan, (2) masyarakat tidak mau bekerja sama dalam proses razia, (3) maraknya penadah curanmor, (4) penghilangan barang bukti curanmor. Keempat, upaya-upaya Polres Malang Kota untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam menanggulangi curanmor di Kota Malang diantaranya (1) Melakukan penyuluhan terhadap masyarakat dan pemilik dealer sepeda motor, (2) Melakukan razia sesuai dengan prosedur yang berlaku agar masyarakat mau bekerja sama dalam proses razia, (3) Meminimalisir jumlah penadah curanmor dengan mengadakan patroli bersekala besar dan melarang operasional toko yang tidak memiliki izin resmi untuk menjual barang kendaraan bermotor, (4) menindak tegas orang-orang yang menjual barang hasil curanmor di pasar loak.