SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Jenis Batuan Sedimen Penutup Pada Bentuk Lahan Karst Terhadap Kualitas Air Tanah di Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk

Miftakul Janah

Abstrak


ABSTRAK

 

Janah, Miftakul. 2010. Pengaruh Jenis Batuan Sedimen Penutup Pada Bentuk Lahan Karst Terhadap Kualitas Air Tanah di Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk. Skripsi, JurusanGeografi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Rudy Hartono, M.Si. (II) Prof. Dr. SugengUtaya, M.Si

 

Kata kunci: kualitas air tanah, jenis batuan sedimen penutup

Penyediaan air  selalu  dikaitkan dengan  kondisi  air  yang  sehat  atau  air      yang tidak berbahaya untuk dikomsumsi. Aspek fenomena bentuk lahan akan memengaruhi kualitas maupun kuantitas dari air tanah. Formasi geologi dari setiap mineral batuan akan membentuk unsur atau senyawa kimia yang berpenga-ruh terhadap air tanah. Di wilayah Kecamatan Lengkong ditemukan kasus bahwa di semua tempat pemasak air ditemukan endapan kapur. Temuan tersebut menim-bulkan dugaan bahwa di daerah ini banyak mengandung kapur sehingga masya-rakat mengasumsikan jika mengonsumsi air tanah di Kecamatan lengkong ini tidak baik untuk kesehatan. Namun dari data Nganjuk Dalam angka tahun 2007 menunjukkan bahwa masyarakat Kecamatan Lengkong tidak banyak yang mengidap penyakit batu ginjal sebagai penyakit yang timbul jika tubuh banyak mengonsumsi zat kapur.

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan satuan bentuk lahan karst, menganalisis perbedaan kualitas air tanah berdasarkan jenis batuan sedimen penutup pada bentuklahan karst di Kecamatan Lengkong, dan mengeta-hui kualitas air tanah di Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk apakah masih memenuhi standar baku mutu air minum golongan A menurut PERMENKES N0.416/ MENKES/PER/ IX/1990. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Penentuan satuan bentuklahan dan jenis batu sedimen penutup menggunakan cara overlay peta geologi lembar Surabaya dan peta rupa bumi Indonesia (RBI) Kabupaten Nganjuk. Penentuan kualitas air menggunakan cara pembandingan (comparative) antara kualitas air dengan standar baku mutu air untuk golongan A yang sudah ditetapkan dalam PERMENKES No.416/MENKES/PER/IX/1990.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan satuan bentuklahan di Kecamatan Lengkong, yaitu perbukitan karst dan dataran karst. Kualitas kimia air tanah pada bentuklahan karst di Kecamatan Lengkong menunjukkan tidak ada perbedaan, dikarenakan satuan bentuklahan kurang bervariasi dan pengaruh batu-an induk masih mendominasi yaitu batuan sedimen organik (baca: batuan gam-ping/karst). Ditemukan pula penyimpangan teori bahwa batuan akuifer gunung api kuarter memiliki kandungan Fe rendah dan CaCO3 yang tinggi dikarenakan dae-rah ini merupakan daerah imbuhan/ recharge area sehingga banyak mineral terla-rut dengan aliran air tanah yang menuju tempat ini. Air tanah di Kecamatan Leng-kong masih memenuhi kriteria sebagai air minum Golongan A, sehingga masuk dalam kategori aman untuk dikonsumsi secara langsung.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengaruh batuan sedimen pada bentuk lahan karst di Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk tidak besar  jika dibandingkan dengan fakta di lapangan bahwa terdapat empat macam batuan sedimen penutup dan dua satuan bentuklahan karst, namun hasil uji laboratorium menunjukkan kualitas kimia air tanah tidak ada perbedaan. Hal ini dikarenakan batuan induk yaitu batuan sedimen organik karst lebih mendominasi.