SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Aplikasi Sistem Informasi Geografi Untuk Pemetaan Potensi Objek Wisata di Kabupaten Sumenep

Andi Firmansyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Firmansyah, Andi. 2010. Aplikasi Sistem Informasi Geografi Untuk Pemetaan Potensi Objek Wisata di Kabupaten Sumenep. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Bagus Setiabudi Wiwoho, S.Si, M.Si (II) Purwanto, S.Pd, M.Si

 

Kata Kunci: SIG, Pemetaan, Potensi Objek Wisata.

 

Kabupaten Sumenep memiliki banyak objek wisata yang berpotensi untuk di kembangkan. Objek wisata yang tersebar di Kabupaten Sumenep dapat di kelompokkan menjadi tiga yaitu objek wisata alam, objek wisata budaya, dan objek wisata kesenian. Melalui SIG dilakukan berbagai macam analisis wilayah potensi pariwisata berupa tampilan wilayah yang memiliki potensi-potensi wisata yang berbeda sehingga dapat dikembangkan menjadi objek wisata yang banyak menarik para wisatawan. Dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan yang berkunjung dalam memberikan informasi objek wisata di Kabupaten Sumenep.

Penelitian ini bertujuan yaitu: 1) Mendeskripsikan kendala-kendala dalam pengembangan objek wisata di Kabupaten Sumenep, 2) Untuk mengetahui potensi objek wisata di Kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei dan studi deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah objek wisata di Kabupaten Sumenep yang berjumlah 13 objek yang dikelompokkan dalam wisata alam, wisata budaya, dan wisata kesenian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik matching dengan membandingkan antara variabel-variabel yang terdapat di setiap objek wisata di Kabupaten Sumenep.

Hasil penelitian ini menunjukkan objek wisata yang ada di Kabupaten Sumenep berpotensi untuk di kembangkan. Berdasarkan hasil penghitungan dari setiap variabel-variabel pada objek wisata yaitu 1) Pantai Slopeng, Museum dan Keraton Sumenep, Masjid Jami', Asta Tinggi dan Kerapan Sapi memiliki nilai ≥75 sangat berpotensi dikembangkan; 2) Pantai Lombang, dan Asta Yusuf memiliki nilai 65 - 74 berpotensi dikembangkan; 3) Makam Anggo Seto dan Upacara Adat Nyadar, Asta Gumuk, Kerajinan Batik, Kerajinan Keris, Kerajinan Ukir-ukiran dan Petani Garam memiliki nilai 55 - 64 cukup berpotensi dikembangkan. Adapun variabel yang dinilai dalam penelitian ini yaitu sarana objek wisata, jarak akomodasi dari objek wisata, aksesbilitas, dan atraksi (daya tarik).

Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan beberapa saran dalam pengembangan objek wisata, antara lain: peningkatan kualitas sarana di objek wisata serta peningkatan sarana dan prasarana penunjang seperti akomodasi, sarana transportasi yang khusus melayani wisatawan untuk menuju dan meninggalkan objek wisata. Ditingkatkannya variasi kegiatan atau even di setiap objek wisata.