SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

EVALUASI KERUSAKAN TANAH AKIBAT PENDULANGAN INTAN DI KELURAHAN SUNGAI TIUNG KECAMATAN CEMPAKA KOTA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN

Misna Marliana

Abstrak


ABSTRAK

 

Marliana, Misna. 2010. Evaluasi Kerusakan Tanah akibat Pendulangan Intan di Kelurahan Sungai Tiung Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd, M.Si ,(2) Ir. Juarti, M.P

 

Kata kunci: kerusakan tanah, pendulangan intan

 

Tanah merupakan lapisan permukaan bumi yang berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran penopang tegak tumbuhnya tanaman, dan menyuplai kebutuhan air dan udara serta sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman. Aktivitas kegiatan manusia berupa pendulangan intan di Kelurahan Sungai Tiung Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan dalam tahap pelaksanaannya akan berdampak negatif terhadap tanah yang dapat menimbulkan kerusakan tanah berupa penurunan nilai potensial biologis dari tanah, hilangnya lapisan tanah yang subur, dan limbah (tailing) yang akan berpengaruh pada reaksi tanah dan komposisi tanah.

Untuk menganalisis masalah tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui karakteristik tanah di Kelurahan Sungai Tiung Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, (2) Untuk mengevaluasi kondisi tanah akibat pendulangan intan berdasarkan kriteria baku kerusakan tanah di lahan kering Peraturan Pemerintah Nomor 150 Tahun 2000.

Penelitian ini berbentuk deskriptif dan dirancang dengan menggunakan metode survey. Subjek penelitian ini adalah tanah di areal pendulangan intan yang ada di Kelurahan Sungai Tiung Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan menggunakan metode matching dengan cara membandingkan sifat fisik tanah yang telah diamati dan diuji laboratorium dengan setiap parameter yang ada dalam kriteria baku kerusakan tanah di lahan kering menurut Peraturan Pemerintah Nomor 150 Tahun 2000.

Hasil penelitian terhadap kerusakan tanah berdasarkan pengamatan dan hasil uji laboratorium menunjukan bahwa untuk karakteristik tanah jika dimanfaatkan untuk pertanian tanah akan menghadapi kendala karakteristik tanah yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman terutama tanaman pangan bila tidak dikelola dengan baik. Kondisi tanah pendulangan melampaui ambang kritis yang ditentukan dalam kriteria baku kerusakan tanah di lahan kering menurut Peraturan Pemerintah Nomor 150 Tahun 2000. Tanah berada dalam status rusak. Upaya untuk mengurangi dan menghentikan meluasnya kerusakan tanah, serta memulihkan kondisi tanah dapat dilakukan oleh instansi yang bertanggung jawab di bidang pengendalian dampak lingkungan atau pengelolaan lingkungan hidup daerah serta bersama masyarakat dapat melakukan pengelolaan yang benar dalam menerapkan usaha pencegahan terhadap kerusakan tanah.