SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Geografi Pokok Bahasan Atmosfer pada Siswa Kelas X-3 SMA Negeri 1 Gurah Kabupaten Kediri

linda Ranita siswayanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Siswayanti, Linda Ranita.2010.Penerapan Pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Geografi Pokok Bahasan Atmosfer Pada Siswa Kelas X-3 SMA Negeri 1 Gurah Kabupaten Kediri.Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.Si (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si.

 

Kata Kunci: teacher centered). 2) siswa kurang memahami konsep yang ada, 3) hasil tes geografi rendah.

Berdasarkanpermasalahan tersebut diterapkan model pembelajaran yang dapat mendorong siswa aktif selama proses pembelajaran dan saling membantu untuk memperoleh pemahaman. Model pembelajaran tersebut adalah model pembelajaran kooperatif TSTS. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar geografi siswa kelas X-3 SMA Negeri 1 Gurah Kabupaten Kediri dengan melakukan penerapan pembelajaran kooperatif model TSTS.

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Gurah Jln. Pamenang 1.Waktu pelaksanaan penelitian bulan Maret-April tahun ajaran 2009/2010. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang berlangsung dalam dua siklus. Tahapan penelitian persiklusnya yaitu: 1) perencanaan tindakan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, 4) refleksi.Teknik pengumpulan data dilakukan selama pembelajaran berlangsung melalui 1) observasi, 2) tes, 3) dokumentasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Peningkatan dapat dilihat pada deskriptor persiapan belajar yaitu sebesar (2,63%), mengambil giliran dan berbagi tugas (22,8%), keterlibat dalam diskusi kelompok (3,75%), keaktifan (10,53%), dan menghargai atau respon terhadap guru (19,29%). Secara keseluruhan peningkatan aktivitas termasuk dalam kategori baik. Sedangkan pada hasil belajar juga mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I nilai rata-rata siswa secara keseluruhan yaitu sebesar 72,89 dengan daya serap klasikal siswa 68,42 %, sedangkan pada siklus II nilai rata-ratanya adalah 75,79 dengan daya serap klasikal siswa sebesar 86,84%. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada nilai rata-rata dari siklus I ke siklus II sebesar 2,9 dan daya serap klasikal siswa yang dianggap tuntas sebesar 85% dapat tercapai.

Pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS), aktivitas, hasil belajar. Pengalaman belajar yang diberikan guru dalam penerapan pembelajaran menentukan tingkat pencapaian keberhasilan proses dan hasil belajar siswa. Pengalaman belajar tersebut dapat mengembangkan semua potensi siswa dalam penerapan model pembelajarannya. Data dari hasil observasi dan wawancara di SMA Negeri 1 Gurah pada tanggal 25 Agustus 2009 menunjukkan bahwa 1) pembelajaran didominasi oleh guru