SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Solving terhadap Kemampuan Bepikir Analitis Siswa Kelas XI IPS di SMAN 1 Singosari

Tiara Ari Sekar Pertiwi

Abstrak


Model Pembelajaran Problem Solving adalah aktivitas pembelajaran yang menekankan pada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Model Pembelajaran Problem Solving menuntut siswa menjadi lebih aktif dalam proses belajarnya, siswa berusaha memecahkan masalah dengan melakukan analisis data dan fakta. Namun pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir analitis belum diketahui, sedangkan menurut laporan Mckinsey Indonesian’s Today dan sejumlah data rangkuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kemampuan berpikir analitis siswa di Indonesia masih tergolong rendah.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Solving terhadap kemampuan berpikir analitis siswa. Jenis penelitian ini termasuk Quasi Experiment dengan menggunakan rancangan penelitian pretest posttest control group design. Subjek penelitian adalah siswa SMAN 1 Singosari kelas XI IPS C sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas XI IPS D sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan soal essai yang berjumlah empat butir soal yang sudah melalui uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Uji prasyarat terdiri uji normalitas dan uji homogenitas. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan independent sample T-Test.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan model pembelajaran Problem Solving berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa Kelas XI SMAN 1 Singosari. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai Gain Score  kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yaitu 13,4 untuk kelompok eksperimen dan 3,3 untuk kelompok kontrol. Hasil uji hipotesis melalui analisis T-Test dengan perhitungan aplikasi SPSS 16.0 for Windows adalah 0,00 atau dengan kata lain sig. (2-tailed) < 0,05. Jadi, model pembelajaran Problem Solving berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI SMAN 1 Singosari.

 

Berdasarkan rumusan masalah dan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Solving berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa. Saran yang dapat diajukan untuk penelitian ini adalah bagi guru untuk menggunakan model pembelajaran Problem Solving pada materi mitigasi bencana untuk mengetahui kemampuan berpikir analitis siswa. Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan menggunakan variabel yang berbeda karena model pembelajaran Problem Solving tidak hanya untuk kemampuan berpikir analitis.