SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PETA WEBGIS CAGAR BUDAYA SEBAGAI OBJEK PARIWISATA DI KOTA MALANG

Lisdioni Firly

Abstrak


ABSTRAK

Lisdioni, Firly. 2019.  Pemetaan Cagar Budaya Sebagai Objek Pariwisata di Kota Malang. Skripsi, Program Studi Ilmu Geografi, Jurusan Gografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. I Komang Astina, M.S, Ph.D (2) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd.

Kata Kunci: Cagar Budaya, Wisata, Peta

Cagar budaya merupakan warisan yang mengandung nilai informasi sejarah suatu daerah, banyaknya lokasi cagar budaya di kota malang masih belum diketahui oleh banyak orang dikarenakan terbatasnya informasi yang tersedia. Banyaknya lokasi cagar budaya yang tersebar di kawasan pusat kota yang memiliki aktivitas tinggi karena lokasinya yang strategis, sehingga dapat menyebabkan kondisi kawasan cagar budaya menjadi sangat rentan karena pusat kota memiliki alih fungsi lahan yang tinggi.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu menjelaskan data hasil penelitian yang telah diperoleh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei lapangan yang terdiri atas observasi, dan dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan metode deskreptif kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif dilakukan berdasarkan metode penilaian dari Mac Kinnon. Penilaian dilakukan terhadap parameter potensi wisata sejarah yang terdiri atas keunikan, estetika, keutuhan, keaslian dan atraksi. Penilaian dilakukan di 10 lokasi bangunan cagar budaya Kota Malang. Metode kuantitatif dilakukan untuk proses pemetaan. Pemetaan dilakukan berdasarkan hasil pengumpulan data dan analisis yang telah dilakukan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya,

(1) Identifikasi potensi objek wisata sejarah di Kota Malang diperoleh 10 objek bangunan cagar budaya di Kota Malang yaitu Balai Kota Malang, Bank Indonesia Kota Malang, Stasiun Kota Malang, Kantor kas dan perbendaharaan negara, Toko oen, Kantor pln, Cor jesu, Gereja hati kudus yesus, Masjid agung jami’, Candi badut. 10 objek bangunan cagar budaya tersebut diperoleh dari seluruh bangunan cagar budaya yang ada di RTRW Kota Malang tahun 2010-2030. Cagar budaya terbagi atas kawasan cagar budaya dan bangunan cagar budaya.

(2) Pemetaan cagar budaya sebagai objek wisata di Kota Malang menghasilkan peta webgis yang berisi informasi mengenai objek pariwisata dan bisa diakses melalui web browser.

 

ABSTRACT

Lisdioni, Firly. 2019.  Pemetaan Cagar Budaya Sebagai Objek Pariwisata di Kota Malang. Skripsi, Program Studi Ilmu Geografi, Jurusan Gografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. I Komang Astina, M.S, Ph.D (2) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd.

Keywords: Cultural Heritage, Tourism, Map

Cultural heritage is an inheritance that contains the value of historical information of an area, the number of locations of cultural heritage in Malang city is still unknown to many people due to the limited information available. The number of cultural heritage locations scattered in the downtown area has high activity because of its strategic location, so that it can cause the condition of the cultural heritage area to be very vulnerable because the city center has a high land conversion function.

This research is a descriptive study, which explains the data of research results that have been obtained. The method used in this study is the survey method. Data collection is done by field survey techniques consisting of observation, and documentation. The analysis of the study used descriptive and qualitative methods. Qualitative methods were carried out based on the assessment method from Mac Kinnon. Assessment is carried out on the parameters of historical tourism potential which consists of uniqueness, aesthetics, wholeness, authenticity and attractions. The assessment was carried out in 10 locations of Malang cultural heritage buildings. Quantitative methods are carried out for the mapping process. Mapping is based on the results of data collection and analysis that has been done.

The results of this study indicate that,

(1) Identification of potential historical tourism objects in Malang is obtained by 10 objects of cultural heritage buildings in Malang, namely Balai Kota Malang, Bank Indonesia Kota Malang, Stasiun Kota Malang, Kantor kas dan perbendaharaan negara, Toko oen, Kantor pln, Cor jesu, Gereja hati kudus yesus, Masjid agung jami’, Candi Badut. The 10 cultural heritage building objects were obtained from all cultural heritage buildings on the Malang City Spatial Plan for 2010-2030. Cultural heritage is divided into cultural heritage areas and cultural heritage buildings.

(2) Cultural heritage mapping as a tourist attraction in Malang City produces a webgis map that contains information about tourism objects and can be accessed through a web browser.