SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DENGAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMA DIPONEGORO TUMPANG MALANG

Izati Tu'amiyatul

Abstrak


RINGKASAN

Izati, Tu’amiyatul. Perbandingan Model pembelajaran Group Investigation dengan Problem Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Siswa SMA Diponegoro Tumpang Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Budi Handoyo, M.Si, (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si.

Kata Kunci: Model pembelajaran Group Investigation, Model Problem Based        Learning, Berpikir Tingkat Tinggi

Salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat mendukung siswa untuk melakukan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered) adalah model pembelajaran group  investigation dan problem based learning. Kedua Model ini memiliki karakteristik yang hampir sama. Perbedaanya terletak pada model group investigation penentuan topik atau tema permasalahannya yang akan dipelajari ditentukan oleh siswa, sedangkan pada model problem based learning siswa harus memberikan solusi dari permasalahan yang diberikan oleh guru. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa model kemampuan berpikir tingkat tinggi menggunakan model pembelajaran group invesigation dan model problem based learning terdapat perbedaan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan model pembelajaran group investigation dan problem based learning terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Eksperimen dengan posstest only control group design dengan dua kelompok subjek penelitian yang memiliki kemampuan sama (homogen). Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMA Diponegoro Tumpang Kabupaten Malang. Sampel penelitian terdiri dari 2 kelas yaitu kelas X IPS 1 yang mendapat perlakuan model pembelajaran group investigastion dan kelas X IPS 2 mendapat model problem based learning. Penilaian kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa menggunakan posttest yang telah divalidasi dan uji reliabilitas. Analisis penelitian ini menggunakan Independent sampel T-Test

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil penelitian bahwa terdapat perbedaan kemapuan berpikir tingkat tinggi siswa dengan menggunakan model pembelajaran group investigation dan model problem based learning. Hal tersebut terbukti dari hasil rata-rata nilai kemampuan berpikir tingkat tinggi yang menunjukkan kelas dengan model pembelajaran group investigation lebih tinggi yaitu 76,21 dibandingkan dengan kelas model problem based learning sebesar 71,04. Pada perhitungan hipotesis yang dilakukan, kelas model Pembelajaran group investigation memperoleh Sig.(2-tailed) 0,023 ≤ 0,025 dan kelas problem based learning mendapat Sig.(2-tailed) 0,024 ≤ 0,025 berdasarkan hal tersebut H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang dibelajarkan dengan model pembelajaran group investigastion dan model problem based learning.