SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X IIS SMA NEGERI 2 BATU

Lestari Tri Yuni

Abstrak


RINGKASAN

Lestari, Tri Yuni. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X IIS SMA Negeri 2 Batu. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd.,M.Si. (2) Drs. Hendri Purwito, M.Si.

Kata Kunci: Inquiry Terbimbing, Kemampuan Berpikir Kritis

Kemampuan berpikir kritis penting untuk dikembangkan. Hal tersebut dikarenakan siswa dituntut untuk tidak sekedar menerima materi tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis terhadap materi yang disampaikan. Kemampuan berpikir kritis dapat dikembangkan melalui model pembelajaran yang bersifat deduktif dan induktif. Model pembelajaran yang dimaksud yaitu model pembelajaran yang dapat memberikan keterampilan belajar dan berinovasi, menggunakan teknologi dan media informasi, serta penguasaan life skils yang baik terhadap peserta didik. Salah satu model pembelajaran yang dimaksud yaitu inquiry terbimbing. Model pembelajaran inquiry merupakan proses pembelajaran yang melibatkan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu secara sistematis dan logis. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inquiry terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IIS SMA Negeri 2 Batu. Penelitian ini termasuk dalam jenis Quasi Experiment dengan desain penelitian menggunakan posttest only control group design. Subjek penelitian yaitu kelas X IIS 2 sebagai kelas kontrol dan kelas X IIS 3 sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan berupa soal tes essai kemampuan berpikir kritis dengan teknik analisis data menggunkan uji-t.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inquiry terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IIS SMA Negeri 2 Batu. Hal ini dibuktikan dengan perolehan rata-rata nilai kelas yang menggunakan model inquiry terbimbing lebih besar (81,9) dibandingkan dengan kelas yang tidak menggunakan model inquiry terbimbing (71,3). Hasil signifikasi uji-t sebesar 0.00 < 0.05 yang menandakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inquiry terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IIS SMA Negeri 2 Batu.