SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X IPS 4 SMA NEGERI 7 MALANG MATA PELAJARAN GEOGRAFI MATERI ATMOSFER

Puspita Anggraini

Abstrak


Motivasi belajar sangat penting perannya dalam sebuah pembelajaran. Motivasi belajar yang tinggi akan meminimalkan adanya kesalahan dalam belajar. Hal ini dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa termasuk kemampuan berpikir analitis yang merupakan kemampuan minimal yang harus dimiliki siswa SMA sesuai dengan silabus dari Kementrian Pendidikan.

Siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 7 Malang memiliki motivasi belajar Geografi yang rendah. Motivasi belajar yang rendah ini dibuktikan dengan perolehan skor motivasi belajar sebesar 70,5 yang termasuk dalam klasifikasi Baik, namun belum cukup memuaskan. Motivasi belajar siswa yang rendah menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir analitis siswa. Hasil tes kemampuan berpikir analitis siswa dalam pra-siklus menunjukkan rata-rata nilai kemampuan berpikir analitis siswa sebesar 61,7 yang termasuk dalam klasifikasi C atau Cukup.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan berpikir analitis siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 7 Malang mata pelajaran Geografi materi Atmosfer. Penerapan metode belajar RTE dimaksudkan untuk memberikan suasana belajar yang menyenangkan yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan melatih siswa untuk menyelesaikan soal sehingga meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian diawali dengan melakukan observasi pada tahap pra-siklus atau pra-tindakan yang dilanjutkan dengan pelaksanaan tindakan sebayak dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah kelas X IPS 4 SMA Negeri 7 Malang tahun ajaran 2018/2019 dengan jumlah siswa sebanyak 36 siswa yang terdiri dari 20 siswa perempuan dan 16 siswa laki-laki. Pengambilan data dilakukan dengan tes untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir analitis siswa, angket untuk mengukur motivasi belajar siswa dan observasi.

Model belajar kooperatif dengan metode RTE dapat meningkatkan kemampuan berpikir berpikir analitis dan motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir analitis siswa yang ditunjukkan dari rata-rata nilai tes pada pra-siklus sebesar 61,7 mengalami peningkatan sebesar 14,8 menjadi 76,5 pada siklus I, lalu meningkat lagi sebesar 9,4 menjadi 85,9 pada siklus II. Moivasi belajar siswa yang ditunjukkan dari rata-rata skor angket motivasi belajar dengan mempertimbangkan aspek Attention, Relevance, Confidence, Satisfation atau bisa disingkat ARCS pada pra-siklus sebesar 70,5 mengalami peningkatan sebesar 5,9 menjadi 76,4 pada siklus I, lalu meningkat lagi sebesar 4,9 menjadi 81,3 pada siklus II.

 

Indikator motivasi belajar berupa Attention atau perhatian yang memiliki persentase sebesar 69,5% di tahap Pra-Siklus naik menjadi 74,5% pada Siklus I, dan pada Siklus II naik menjadi 81,3%. Relevance atau relevansi yang memiliki persentase sebesar 75,0% di tahap Pra-Siklus naik menjadi 83,7% pada Siklus I, namun, mengalami penurunan menjadi 82,8% pada Siklus II. Confidence atau kepercayaan diri yang memiliki persentase sebesar 68,8% di tahap Pra-Siklus naik menjadi 73,7% pada Siklus I, dan mengalami peningkatan pada SIklus II menjadi 78,8%. Satisfation atau kepuasan yang memiliki persentase sebesar 73.7% di tahap Pra-Siklus naik menjadi 82,3% pada Siklus I, dan pada Siklus II mengalami peningkatan kembali menjadi 84,9%.