SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran DiscoveryTerbimbing terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Ditinjau dari Minat Belajar Geografi Siswa Kelas XI SMA Panjura Malang

Nika Ayu Rahmawati

Abstrak


Model pembelajaran discoveryterbimbing dipilih untuk dieksperimenkan karena beberapa alasan. Alasan tersebut terdiri dari:

1) model pembelajaran discoveryterbimbing dikembangkan berdasarkan pandangan konstruktivisme,

2) model pembelajaran discoveryterbimbing sesuai dengan kurikulum 2013,

3) model pembelajaran discoveryterbimbing dapat melatih kemampuan berpikir kritis siswa.

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui:

(1) pengaruh model pembelajaran discovery terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, dan

(2) pengaruh model pembelajaran discovery terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis ditinjau dari minat belajar geografi siswa.

Metode yang digunakan adalah eksperimen semu (quasy experiment) dengan posttest only control group design. Penelitian ini dilakukan pada dua kelas yaitu kelas eksperimen yang diberikan model pembelajaran discovery terbimbing  dan kelas kontrol yang tidak diberikan perlakuan model tersebut. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas XI IIS SMA Panjura Malang. Pemilihan subjek penelitian didasarkan pada kelas yang memiliki rata-rata nilai yang hampir sama. Instrumen yang digunakan dalam penelitian  ini adalah soal tes esai yang mengukur kemampuan berpikir kritis siswa dan angket minat belajar geografi. Uji coba instrumen dilakukan pada kelas XII IPS 1. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji beda statistik parametrik meliputi uji-t dan uji-F dengan bantuan SPSS 16.0 for windows.

Dari hasil temuan pertama, analisis yang dilakukan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa diketahui bahwa nilai probabilitas adalah 0,00 < 0,05 dengan kata lain hipotesis nol (H0) ditolak dan  nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis kelas yang menggunakan model discovery terbimbing lebih tinggi (82,38) dari kelas yang tidak menggunakan model discovery terbimbing (71,72). Hasil analisis yang dilakukan pada temuan kedua diketahui bahwa nilai probabilitas adalah 0,001. Hasil tersebut menunjukkan nilai probabilitas 0,001< 0,05 dengan kata lain hipotesis nol (H0) ditolak dan H1 diterima.

Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa

(1) model pembelajaran discovery terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, dan

 

(2) model pembelajaran discovery terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis ditinjau dari minat belajar geografi siswa kelas XI SMA Panjura Malang.