SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing Terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Ditinjau dari Minat Belajar Geografi Siswa Kelas XI di MA Almaarif Singosari

NURUL LAILA ROHMAWATI

Abstrak


Pembelajaran yang dirancang dengan baik dapat mengembangkan kemampuan berpikir analitis siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir analitis siswa yaitu inquiry terbimbing. Inquiry terbimbing melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran sehingga dapat menemukan konsep pengetahuannya sendiri. Selain model pembelajaran, minat menjadi salah satu faktor pendorong dalam kemampuan berpikir analitis siswa. Siswa yang memiliki minat tinggi terhadap pelajaran geografi, maka akan tertarik untuk mengikuti setiap pembelajarannya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inquiry terbimbing terhadap kemampuan berpikir analitis ditinjau dari minat belajar geografi siswa kelas XI di MA Almaarif Singosari.

Rancangan penelitian ini menggunakan quasy experiment dengan desain posttest only control grup. Subjek penelitian ini yaitu kelas XI IIS 3 sebagai kelas eksperimen dam XI IIS 1 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa soal essai yang terdiri dari 4 butir soal. Perhitungan tes kemampuan berpikir analitis dan minat belajar geografi siswa menggunakan faktorial 2x3. Teknik analisis data menggunakan SPSS 16.0 for windows. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis parametrik meliputi uji t dan uji F.

 

Hasil perhitungan hipotesis pertama dengan uji t mendapatkan nilai signifikansi 0.021 ≤ 0,05 yang berarti model pembelajaran inquiry terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI di MA Almaarif Singosari. Hal tersebut dikarenakan inqury terbimbing melibatkan siswa dalam pemecahan masalah secara berkelompok sehingga dapat memberikan pengalaman nyata dan mampu meningkatkan kemampuan berpikir analitisnya. Hasil perhitungan hipotesis kedua dengan menggunakan uji F mendapatkan nilai signifikansi 0,011 ≤ 0,05 yang berarti model inquiry terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa ditinjau dari minat belajar geografi siswa kelas XI di MA Almaarif Singosari. Hal tersebut berpengaruh dikarenakan siswa yang memiliki minat  terhadap suatu pelajaran maka  akan berusaha keras untuk memperoleh prestasi yang baik. Selain itu, pemilihan materi tentang dinamika kependudukan di Indonesia sesuai dengan model pembelajaran inquiry terbimbing karena permasalahan yang disajikan berupa kondisi nyata di lingkungan siswa sehingga dapat menumbuhkan minat belajar geografinya.