SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Potensi Objek Wisata Pantai Selatan Kabupaten Banyuwangi (Studi: Pantai Wedi Ireng, dan Pantai Rajegwesi)

AL ANSHORI MOCH ZAKARIYA

Abstrak


RINGKASAN

AlAnshori, Moch Zakariya. 2018. Analisis Potensi Objek Wisata Pantai Selatan      Kabupaten Banyuwangi (Studi: Pantai Wedi Ireng, dan Pantai            Rajegwesi). Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas             Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si., (II) Drs. I Komang Astina, M.S, Ph.D.

 

Kata Kunci: wisata alam, potensi fisik, pantai, daya tarik

Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang memiliki banyak destinasi wisata, khususnya wisata pantai. Berbeda dengan pantai di wilayah timur Banyuwangi, pantai di bagian selatan hanya beberapa objek saja yang sudah berkembang, ada beberapa pantai yang tidak ada pengembangan lebih lanjut, bahkan minimnya infrastruktur menjadi kelemahan objek tersebut. Analisis karaktersitik fisik pantai dan daya tarik wisata alammenentukan objek mana yang lebih layak untuk dikembangkan.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi fisik dan daya tarik wisata alam yang dimiliki Pantai Wedi Ireng dan Pantai Rajegwesi. Rancangan penelitian ini diawali dengan tahap observasi, pengukuran lapangan, wawancara, dan dokumentasi di lapangan. Penilaian kondisi fisik pantai dan daya tarik objek wisata dianalisis dengan cara pengharkatan (scoring), dan untuk daya tarik objek wisata berdasarkan pedoman ADO-ODTWA Dirjen PHKA Tahun 2003. Analisis arahan pengembangan wisata merujuk pada standar Dirjen PHKA tahun 2003 tentang ADO-ODTWA.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi fisik Pantai Wedi Ireng dan Pantai Rajegwesi memiliki indeks kesesuaian wisata sangat sesuai untuk pengembangan wisata pantai, dengan nilai indeks Pantai Rajegwesi lebih kecil 3,57% dari Pantai Wedi Ireng. Hasil analisis penilaian daya tarik wisata alam kedua pantai didapatkan arahan pengembangan Pantai Wedi Ireng diprioritaskan untuk pembangunan akses utama menuju objek ini, pengelolaan air bersih, dan pembangunan fasiltas penunjang. Sedangkan Pantai Rajegwesi diprioritaskan untuk pembenahan jalan yang rusak, pengadaan atraksi wisata, dan perawatan fasilitas penunjang.

 

Karakteristik pantai dan ciri khas Pantai Wedi Ireng merupakan potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik, akan tetapi belum adanya akses yang memadai menghambat pertumbuhan wisata ini. Oleh sebab itu hubungan antar stakeholder harus ditingkatkan, antara masyarakat, pihak Perhutani, dan pemerintah harus memiliki kesepakatan dalam pengelolaan objek wisata ini. Pantai Rajegwesi merupakan salah satu objek yang menjadi peruntukan pariwisata daerah. Akan tetapi tidak ada pembangunan berkelanjutan, terutama fasilitas dan atraksi wisata yang seharusnya dimiliki oleh sebuah wisata pantai. Sehingga perlu ditekankan pada pembangunan infrastruktur, dan penambahan atraksi untuk pengoptimalan potensi yang ada.