SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Zona Nilai Tanah Untuk Menentukan Nilai Indikasi Rata-Rata (NIR) Harga Pasar Menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG) (Studi Kasus Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal).

Wahyu Saputro

Abstrak


ABSTRAK

Wahyu, Saputro. 2019. Analisis Zona Nilai Tanah Untuk Menentukan Nilai Indikasi Rata-Rata (NIR) Harga Pasar Menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG) (Studi Kasus Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal). Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Satti Wagistina, S.P., M.Si., (II) Drs. Rudi Hartono, M.Si.

 

Kata Kunci: Nilai Tanah, Nilai Indikasi Rata-rata, Zona Nilai Tanah

 

Perkembangan wilayah Kecamatan Kaliwungu yang signifikan akan mengakibatkan peningkatan harga tanah lebih cepat sehingga harga NJOP tidak sesuai lagi dengan NPW. Perkembangan wilayah yang pesat karena adanya pertumbuhan industri dan penduduk mengakibatkan peningkatan nilai tanah dengan cepat, sehingga pembaharuan informasi nilai tanah menjadi sangat penting untuk dilakukan. Pembaharuan informasi nilai tanah dapat dilakukan dengan penyusunan ZNT. ZNT disusun berdasarkan hasil dari survey lapangan untuk mendapatkan harga pasar suatu objek pajak secara aktual. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis nilai tanah berdasarkan karakteristik objek, menghitung persentase kenaikan Nilai Indikasi Rata-rata (NIR) harga tanah terhadap Nilai Pasar Wajar lama dan membuat gambaran ZNT dalam bentuk Peta ZNT di Kecamatan Kaliwungu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Pendekatan Perbandingan Harga Pasar (Sales Comparation Approach). Penentuan ZNT awal dilakukan menggunakan teknik analisis overlaydari data Citra Worldview-2, Peta PenggunaanLahan, Batas Administrasi dan data ZNT lama. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Observasi lapangan dilakukan untuk pengambilan data lokasi/titik koordinat objek tanah, deskripsi karakteristik lingkungan dan toponimi yang dominan. Analisis penyesuaian data nilai tanah dilakukan dengan penyesuaian jenis data, waktu, kontur tanah, kedudukan tanah, jenis penggunaan, bentuk bidang tanah, keluasan, elevasi dari paras jalan, jenis hak tanah untuk mendapatkan Nilai Indikasi Rata-rata (NIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga tanah tertinggi berada di Desa Wonorejo yaitu sebesar Rp.3.365.066,74 dengan karakteristik objek berupa lahan Kawasan Industri Kendal (KIK) dengan akses jalan berupa aspal hotsmix lebar 12 meter dan mayoritas digunakan sebagai lahan industri sedangkan nilai tanah terendah berada di Desa Mororejo yaitu sebesar Rp.123.105,18 dengan karakteristik objek berupa tambak, akses berupa jalan tanah dengan lebar 1,5 meter yang tidak dapat dilewati kendaraan roda 4. Berdasarkan kenaikan nilai tanah dari tahun 2016-2019, maka Desa Wonorejo merupakan desa yang memiliki persentase nilai tanah paling tinggi yaitu 4571%, sedangkan Desa Karang Tengah merupakan desa dengan persentase kenaikan nilai tanah yang paling rendah mencapai 494%. Nilai tanah Rp. 878.819,00 - Rp. 3.365.067,00 merupakan kelas nilai tanah yang tinggi dengan persebaran memiliki pola mengikuti jalan raya Semarang-Kendal maupun jalur utama Pantura dan nilai tanah semakin rendah seiring bertambahnya jarak dari kedua jalan raya tersebut.