SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGELOLAAN SUMBER MATA AIR WIWET DAN BAMBANG UNTUK SUPLAI AIR BERSIH PENDUDUK DI KECAMATAN WAJAK KABUPATEN MALANG

Bayu Adiwena Mustika

Abstrak


ABSTRAK
Mustika, Bayu Adiwena. 2010. Pengelolaan Sumber Mata Air Wiwet dan Bambang
Untuk Suplai Air Bersih Penduduk di Kecamatan Wajak Kabupaten
Malang. Skripsi, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri
Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sugeng Utaya, M.Si, (II) Bagus
Setiabudi Wiwoho, S.Si, M.Si.
Kata kunci: kebutuhan air, kualitas air, pengelolaan air
Pengelolaan air merupakan cara menyediakan air untuk memenuhi kebutuhan
penduduk sehari-hari. Pemenuhan kebutuhan air bersih penduduk di Desa
Bringin berbeda dengan desa lain, hal ini ditunjukkan setiap dusunnya memiliki
pengelolaan air bersih yaitu Dusun Bringin dan Dusun Garotan. Pelayanan air
bersih di Dusun Garotan menurut masyarakat kurang maksimal di bandingkan
Dusun Bringin, hal ini ditunjukkan pelayanan air penduduk Dusun Garotan
menggunakan sistem batasan waktu dalam memperoleh air bersih yaitu 1-3
jam/KK sedangkan penduduk di Dusun Bringin memperoleh air selama 24 jam.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air bersih penduduk
Dusun Bringin dan Garotan, bagaimana kualitas air di sumber air dan di rumah
penduduk, membandingkan cara pengelolaan sumber mata air di Dusun Bringin
dan Garotan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif. Metode
yang digunakan yaitu metode survey. Populasi dalam penelitian ini meliputi
sumber air Wiwet dan Bambang dan penduduk Dusun Bringin dan Garotan. Sampel
dalam penelitian ini ada dua yaitu, sampel air dan sampel responden. Sampel
air diambil di sumber air dan rumah penduduk yang dilakukan dengan cara random
sampling. Sampel responden ditentukan dengan stratified sampling dan jumlah
responden ditentukan dengan proporsional random sampling. Jumlah responden
di Dusun Bringin 38 responden dan Dusun Garotan 22 responden.
Hasil penelitian ini yaitu: (1) debit sumber mata air Wiwet 505612,8 liter/
hari dan mata air Bambang 290822,4 liter/hari dan kebutuhan air bersih penduduk
Dusun Bringin sebesar 322292,69 liter/hari dan Dusun Garotan sebesar
239790,65 liter/jiwa/hari, (2) parameter bau, rasa, warna, kekeruhan, Fe, Mn, pH,
CaCO3 memenuhi standar baku mutu air bersih, (3) perbedaan pengelolaan air di
Dusun Bringin dan Garotan yaitu di Dusun Bringin menggunakan bak penampungan
yang tertutup dengan adanya saluran pembuangan, menggunakan katup, dan
pengaliran air selama 24 jam, (4) topografi di Dusun Garotan lebih mendukung
dalam penyediaan air bersih, sedangkan partisipasi masyarakat, biaya, pengetahuan
pengelola Dusun Bringin lebih baik dibandingkan dengan di Dusun Garotan.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) besar kebutuhan air
bersih penduduk Dusun Bringin dan Garotan dapat tercukupi dengan debit sumber
air Wiwet dan Bambang, (2) kualitas air di kedua dusun memenuhi standar baku
mutu air bersih; (3) pengelolaan air di Dusun Bringin lebih baik dibandingkan
dengan pengelolaan air di Dusun Garotan, (4) penyebab perbedaan pengelolaan
mata air Wiwet dan Bambang yaitu perbedaan topografi, partisipasi masyarakat,
keuangan, dan pengetahuan pengelola. Saran yang dapat diberikan: (1) melakukan
uji kualitas air secara berkala agar kualitas tetap terjamin, (2) bagi pengelola agar
dapat dijadikan bahan pengembangan kinerja dalam pengelolaan air.