SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS KEKERINGAN METEOROLOGIS MENGGUNAKAN METODE STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX (SPI) DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS PADIDI SUB DAS BRANTAS HULU KABUPATEN BLITAR

Rahma Ahlam Aliatul

Abstrak


RINGKASAN

Rahma, Ahlam Aliatul. 2019. Analisis Kekeringan Meteorologis Menggunakan Standardized Precipitation Index (SPI) dan Pengaruhnya terhadap Produktivitas Padi di Sub DAS Brantas Hulu Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Syamsul Bachri, S.Si, M.Sc, Ph.D, (II) Dr. Didik Taryana, M.Si.

 

Kata Kunci: kekeringan meteorologis, mitigasi kekeringan, indeks kekeringan, SPI, produktivitas padi

Kekeringan adalah kondisi dimana jumlah ketersediaan air mengalami defisit di bawah rata-rata kondisi normal atau di bawah dari jumlah kebutuhan air tertentu. Kekeringan merupakan salah satu bahaya alam yang dapat berdampak buruk pada berbagai sektor, khususnya pertanian yang banyak mengandalkan faktor iklim. Boer dan Las dalam Suryanti (2008) menyatakan bahwa kekeringan buruk pada 1994 telah menghancurkan 290.457 ha tanaman padi di Indonesia. Berdasarkan informasi dari BPBD Jawa Timur, terdapat 21 kabupaten/kota yang dilanda puncak kekeringan pada tahun 2015, termasuk diantaranya adalah wilayah Sub DAS Brantas Hulu di Kabupaten Blitar. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem monitoring dan peringatan dini sebagai bagian dari kegiatan mitigasi kekeringan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran spasial dan dinamika temporal kekeringan meteorologis di Sub DAS Brantas Hulu Kabupaten Blitar menggunakan nilai Standardized Precipitation Index (SPI), serta mengetahui pengaruh nilai indeks tersebut terhadap produktivitas tanaman padi. Indeks SPI ini dipilih karena memiliki kelebihan dibanding yang lain yaitu kemudahan dan kemampuannya dalam mengukur kekeringan berdasarkan beragam skala waktu yang sekaligus menunjukkan berbagai jenis kekeringan yang terjadi. Selain itu, indeks ini juga direkomendasikan oleh World Meteorological Organization (WMO) untuk dipakai secara global sebagai alat untuk mengidentifikasi dan mengukur kekeringan meteorologis.

Hasil menunjukkan bahwa tingkat kekeringan beragam berdasarkan tempat dan waktu. Kawasan-kawasan yang paling sering dilanda kekeringan adalah Mangunan, Doko, Ngadirenggo, Ngrendeng, Srengat, Talun, dan Bendosewu. Berdasarkan nilai rata-rata spasio-temporal pada tiap skala waktu, beberapa bulan memiliki indeks kekeringan yang lebih buruk dari lainnya, diantaranya Januari sebesar -0,04, Februari sebesar -0,06, Maret sebesar -0,02 untuk SPI 1 bulanan dan Maret sebesar -0,08 untuk SPI 3 bulanan. Selanjutnya Januari sebesar -0,11, Februari sebesar -0,13, Maret sebesar -0,09 untuk SPI 6 bulanan, dan Januari sebesar -0,19, Februari sebesar -0,13, Maret sebesar -0,17, April sebesar -0,14, Mei sebesar -0,13, Juni sebesar -0,20, Juli sebesar -0,07, Agustus sebesar -0,01 untuk SPI 12 bulanan. Hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan adanya pengaruh nilai SPI terhadap produktivitas padi ladang (lahan kering) pada musim tanam Mei-Agustus. Sedangkan untuk padi ladang pada musim tanam Januari-April dan padi sawah (lahan basah) untuk semua musim tanam, nilai SPI tidak memiliki berpengaruh. Kesimpulannya, irigasi dan musim tanam berpengaruh terhadap resistensi tanaman padi terhadap kondisi kekeringan.

 

SUMMARY

Rahma, Ahlam Aliatul. 2019. Meteorological Drought Analysis Using Standardized Precipitation Index (SPI) and Its Impact to Rice Productivity in Brantas Hulu Basin of Blitar Regency. Sarjana’s Thesis, Geography Program, Faculty of Social Science, State University of Malang. Advisor: (I) Syamsul Bachri, S.Si, M.Sc, Ph.D, (II) Dr. Didik Taryana, M.Si.

 

Key Words: meteorological drought, drought mitigation, drought index, SPI, rice productivity

Drought is a condition where the water availibity is deficit below normal condition or below certainty water necessity. Drought is one of natural hazard that can effect to various sectors, espesially agricultural sector which rely on meteorological factor. Boer and Las in Suryanti (2008) revealed that bad drought at 1994 destroyed 290.457 ha rice crop in Indonesia. According to National Organization for Disaster Management (BPBD) of East Java Province, there would be 21 regencies that hit by drought peak in 2015. One of that regencies was Blitar where Brantas Hulu Basin is located. Hence, it needs monitoring and early warning system as part of drought disaster mitigation.

The objective of this research is to analyse spasial distribution and temporal dynamics of meteorological drought in Brantas Hulu Basin of Blitar Regency using drought index SPI, also to investigate the impact of SPI value to rice productivity. This SPI method is chosen because it has more advantages than another drought index. The advantages are SPI has simplicity and ability to measure and identify drought in various time scales at once show varieties of the drought (meteorological, agricultural, and hidrological). Also, this index is suggest by World Meteorological Organization (WMO) to be used globally as a tool to identify and measure meteorological drought. Furthermore, the analysis of SPI value impacts to rice productivity was done with simple linear regression test.

 

The result shows that drought has various severity according to region and time. The region with the most frequently drought is Mangunan, Doko, Ngadirenggo, Ngrendeng, Srengat, Talun, dan Bendosewu. According to SPI value spatio-temporal average, there is some months that have worse drought index than others, are January (-0,04), February (-0,06), March (-0,02) for 1 month SPI and March (-0,08) for 3-month SPI. Next are January (-0,11), February (-0,13), March (-0,09) for 6-month SPI, and January (-0,19), February (-0,13), March (-0,17), April (-0,14), May (-0,13), June (-0,20), July (-0,07), August (-0,01) for 12-month SPI. Simple linear regression test result shows that SPI value impact the productivity of non irrigated rice-crop on Mei-Agustus planting season. While for productivity of non irrigated rice-crop on Januari-April planting season and irrigated rice on all season, SPI value does not have impact. The conclusion is irrigation and planting season influence the resistance of rice-crop to drought conditions.