SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Aliran Masuk (Inflow) Bed Load dan Sediment Load Terhadap Daya Tampung Bendungan Jatibarang

Narendra Gitaramadhan

Abstrak


RINGKASAN

Analisis inflow bedload dan sedimentload terhadap daya tampung bendungan merupakan analisis dengan ruang lingkup daerah aliran sungai (DAS). Bendungan Jatibarang merupakan bangunan penampung air dengan fungsi utama pengendali banjir didirikan pada DAS Kreo. DAS Kreo terbentang di Kota dan Kabupaten Semarang, dan Kota Kendal. DAS Kreo memiliki luas 76,72 km2 dan panjang sungai utama 22,59 km. Bentuk DAS memanjang menjadikan DAS Kreo memiliki aliran sungai yang relatif tenang. Sifat aliran pada sungai mempengaruhi angkutan material sedimen nantinya akan mengendap menjadi bedload di dalam daerah tampungan bendungan. Bedload pada bendungan akan mempengaruhi daya tampung bendungan.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey. Data yang digunakan mencakup data primer berupa data debit aliran Sungai Kreo dan data konsentrasi sedimen. Data sekunder berupa data curah hujan dan data teknis bendungan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode studi literatur, dokumentasi, dan observasi. Analisis yang dilakukan adalah Analisis hidrologi antara lain hujan rancangan dengan metode Gumbel dan debit rancangan menggunakan metode HSS Gama I. Analisis sedimentasi antara lain perhitungan debit sedimen suspensi dan penentuan bedload menurut Strand dan Pemberton. Analisis daya tampung bendungan dilakukan dengan menghitung selisih antara volume tampungan dengan volume bedload

Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit rancangan maksimal pada periode ulang 100 tahun adalah 115.92 m3/detik. Prediksi volume bedload pada periode 100 tahun adalah 1582.59 m3 79.13 m3. Pada volume tersebut daya tampung bendungan mengalami penurunan hingga tersisa 59.9% dari kapasitas semula. Pada sisa kapasitas tersebut bendungan hanya dapat menampung untuk keperluan pengendalian banjir sebanyak 206,107,614,771.66 liter dimana semula Bendungan Jatibarang mampu menampung air untuk mengendalikan banjir sebanyak 3.100.000.000.000 liter air.