SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENURUNAN PRODUKSI BUDIDAYA IKAN NILA DITINJAU DARI ASPEK GEOGRAFIS DI TELAGA NGEBEL KECAMATAN NGEBEL KABUPATEN PONOROGO

DIAN TRI ASTUTI HIDAYAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Hidayah, Dian Tri Astuti. 2010. Identifikasi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penurunan Jumlah Produksi Budidaya Ikan Nila Ditinjau Dari Aspek Geografis Di Telaga Ngebel Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo. Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing I Ir. Juarti, M.P., II Drs. Mustofa.

 

Kata kunci: Produksi, Budidaya, Nila, Geografis

 

Produksi ikan nila di Telaga Ngebel terjadi penurunan. Penurunan ini sangat drastis dimana hasil panen yang seharusnya 800 kg per petak menjadi 300 kg per petak. Selain itu tidak diperhatikannya syarat-syarat lokasi yang ideal sebelum melakukan usaha budidaya ikan dan pengelolaan yang kurang maksimal ikut membantu turunnya hasil budidaya ikan nila.

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui produksi ikan nila di Telaga Ngebel Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo dan (2) mengetahui hubungan luas petak, letak petak, pengelolaan dan pakan ikan dengan produksi ikan nila di Telaga Ngebel Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo.

Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Sedangkan berdasarkan metode pelaksanaannya termasuk penelitian populasi karena seluruh populasi dijadikan responden. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani yang budidaya ikan nila di Telaga Ngebel Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo dengan jumlah 35 orang. Pengambilan datanya mengunakan teknik wawancara terstruktur. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan tabulasi tunggal, tabulasi silang dan analisis statistik korelasi.

Hasil penelitian menunjukkan hail produksi ikan di Telaga Ngebel yaitu 201-300 kg perpetak. Faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan  produksi ikan nila di Telaga Ngebel yaitu luas petak, letak petak, pengelolaan yang kurang baik sehingga menyebabkan kematiam ikan tinggi, dan pakan pelet sebagai pakan utama sedangkan pakan hijauan sebagai pakan tambahan saja. Ada hubungan yang signifikan antara luas petak, letak petak, pengelolaan dan juga pakan ikan dengan produksi yang dihasilkan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar Telaga Ngebel sudah tidak layak untuk budidaya karena terjadi pendangkalan telaga, diadakannya pembuatan pakan alternatif lain yang lebih murah pengganti pelet, diadakannya penyuluhan manajemen budidaya ikan tersebut.