SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Tingkat Kekeringan Lahan Menggunakan Data Penginderaan Jauh Landsat 8 Berdasakan Indeks TVMDI: Studi Kasus Kabupaten Malang

Imam Barokah

Abstrak


ABSTRAK

 

Kata Kunci: Kekeringan lahan, Penginderaan jauh, TVMDI.

 

Kekeringan merupakan bencana bagi bidang pertanian dibeberapa wilayah. Untuk mengetahui kekeringan secara regional dengan skala yang luas sulit dilakukan. Oleh karena itu dalam penelitian ini mencoba mengidentifikasi tingkat kekeringan lahan menggunakan data citra satelit landsat 8. Untuk mengetahui tingkat kekeringan secara regional tersebut indeks kekeringan TVMDI digunakan dalam menghitung tingkat kekeringan lahan.

Penelitian ini bertujuan untuk (1)  Mengetahui kondisi kekeringan selama musim kering tahun 2014–2017 dimana didalam tahun tersebut terjadi fenomena El-Nino. (2) Mengetahui hubungan antara kekeringan lahan berdasarkan kelembapan tanah lapangan dengan indeks TVMDI di Kabupaten Malang.

Penelitian ini merupakan penelitian survei. Rancangan penelitian diawali dengan pengumpulan data citra Landsat 8 yang akan digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kekeringan lahan. Data citra landsat 8 tersebut merupakan citra landsat 8 untuk perekaman 01 September 2014, 04 September 2015, 06 September 2016, dan 09 September 2017. indeks TVMDI diperoleh dari pengolahan citra Thermal untuk suhu permukaan dan citra Red-NIR untuk menilai vegetasi dan kelembapan tanah citra. Survei lapangan dengan pengambilan titik pengukuran secara purposive untuk menganalisis korelasi antara hasil indeks TVMDI dengan kekeringan lahan yang diukur menggunakan Soil Tester Moisture Meter.

Hasil analisis citra selama musim kering tahun 2014–2017, kekeringan terparah terjadi pada tahun 2015 dimana dari informasi kekeringan meteorologis BMKG menunjukan indeks El-nino mencapai angka 2,5. Kondisi tersebut juga digambarkan pada pengolahan band Thermal untuk suhu permukaan mengalami kenaikan mencapai 30,360C, Sedangkan kondisi vegetasi rata-rata pada titik survei 0,52NDVI pada tahun 2015.

Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara indeks kekeringan lahan TVMDI dengan kondisi kekeringan lahan sebesar -0,794. Sedangkan R2 menunjukan bahwa nilai koefisien determinasi sebesar 0,630, yang artinya indeks TVMDI mampu menunjukan tingkat kekeringan lahan sebesar 63%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain.