SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Materi Lingkungan Hidup Kelas XI SMAN 3 Bondowoso

Melinda Suciatin Nofus

Abstrak


ABSTRAK

 

Group Investigation merupakan salah satu model pembelajaran berbasis penyelidikan aktif, yang  dilakukan oleh kelompok kecil tentang suatu masalah yang terjadi disekitar lingkungannya sehingga, siswa mampu menemukan suatu masalah dan pengetahuan baru serta mampu menemukan solusi dari permasalahan itu. Group Investigation dapat melatih siswa untuk mengasah kemampuan berpikir analitis. Berpikir analitis adalah suatu proses memecahkan masalah atau gagasan menjadi bagian-bagian dan mengeksplorasi bagaimana bagian-bagian ini dapat dikombinasikan kembali dengan cara-cara baru. Fenomena yang terjadi, siswa kesulitan dalam menerapkan kemampuan berpikir analitis dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, maka diperlukan suatu solusi dalam bentuk model pembelajaran Group Investigation untuk di uji cobakan dan diketahui pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir analitis siswa.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Group Investigation terhadap kemampuan berpikir analitis siswa SMA pada mata pelajaran geografi. Jenis penelitian ini tergolong Quasy Eksperimen (Eksperimen Semu) dengan menggunakan rancangan penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMAN 3 Bondowoso. Siswa kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XI IPS 1 sebagai kelas kontrol. Data diperoleh dari nilai pretest dan posttest menggunakan instrumen berupa soal essay. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan Uji non-parametrik Mann Whitney pada Independent Sample Test dengan program SPSS 18.0 for Windows. Taraf signifikan yang digunakan sebesar 0,05.

Berdasarkan analisis data didapatkan hasil bahwa nilai signifikan 0,001 < 0,05 dan hasil perhitungan nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Perbedaan nilai tersebut dikarenakan model pembelajaran Group Investigation di kelas eksperimen dapat melatih siswa untuk melakukan penyelidikan dan berdiskusi bersama kelompok, sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Diskusi tersebut dapat melatih kemampuan berpikir analitis siswa. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat diartikan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima (Model pembelajaran Group Investigation berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI SMAN 3 Bondowoso).

Berdasarkan hasil temuan penelitian maka, guru disarankan untuk menggunakan Group Investigation sebagai model pembelajaran khususnya pada materi dengan kompetensi dasar berpikir tingkat tinggi agar pembelajaran dapat berjalan efektif.