SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran Science, Environment, Technology, And Society (SETS) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Geografi Peserta Didik SMA

Siti Muniroh

Abstrak


ABSTRAK

 

Muniroh, Siti 2017. Pengaruh Model pembelajaran Science, Environment, Technology and Society (SETS) terhadap Kemampuan berpikir kritis Geografi Peserta didik SMA. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sudarno Herlambang,  M.Si, (II) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd

 

Kata Kunci: berpikir kritis,  pengaruh model pembelajaran Science, Environment, Technology, and Society (SETS)

 

Berpikir kritis peserta didik merupakan kemampuan seseorang dalam merumuskan pertanyaan, membuat argumen berdasarkan informasi yang akurat, kemampuan menyimpulkan, mencari informasi pendukung dalam berargumen, membuat strategi sebagai solusi, dan meminta pendapat orang lain atas apa yang telah ia putuskan. Tetapi, tidak semua peserta didik memiliki semua aspek tersebut. Hal ini dikarenakan, model pembelajaran yang masih bersifat konvensional. Model pembelajaran Science, Environment, Technology, and Society (SETS) dapat menjadi salah satu solusi dalam memberikan kesempatan bagi setiap peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka. Maka dari itu, peneliti ingin melihat pengaruh model pembelajaran Science, Environment, Technology, and Society (SETS) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Geografi Peserta Didik SMA.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental dengan desain Pre Test-Post Test Control Group Design yang terdiri dari satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan berupa model pembelajaran SETS dan kelas kontrol diberikan perlakuan berupa model pembelajaran konvensional. Teknik analisis yang digunakan adalah uji beda Independent Samples T-Test.

Berdasarkan uji hipotesis kemampuan berpikir kritis peserta didik menunjukkan adanya perbedaan rata-rata nilai yang diberikan perlakuan sebagai kelompok eksperimen dan yang tidak diberikan perlakuan sebagai kelompok kontrol. Nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis kognitif peserta didik pada kelas eksperimen sebesar 89,32 dan pada kelas kontrol sebesar 86,18. Pada kedua kelompok tersebut terjadi peningkatan dengan selisih sebesar 3,14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dan nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,000 < 0,05. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran SETS berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik.

Saran yang diberikan kepada guru adalah: model pembelajaran Science, Environment, Technology, and Society (SETS) efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis khususnya dengan teknik berbasis masalah. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah: 1) Memperhatikan kemampuan berpikir kritis peserta didik diluar pemberian perlakuan, 2) Menggunakan metode lain, 3) Melakukan penelitian lanjutan dengan metode berbeda, subjek lebih luas, waktu yang lebih lama dan menambahkan jumlah intervensi.