SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Pola Persebaran, Interaksi Antar Objek dan Faktor Pendukung Objek Wisata Pantai Di Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang.

Kusriadi .

Abstrak


RINGKASAN

 

Kusriadi. 2017. Analisis Pola Persebaran, Interaksi Antar Objek dan Faktor Pendukung Objek Wisata Pantai Di Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang.Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si, (II) Drs. Hendri Purwito, M.Si.

 

Kata Kunci: Pola persebaran, Interaksi, Fasilitasdan Objek wisata pantai

 

Kabupaten Malang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang memiliki potensi yang beragam, salah satunya adalah potensi objek wisata pantai. Peluang ini dimanfaatkan oleh pemerintah Kabupaten Malang untuk mengembangkan sektor pariwisata. Berdasarkan RTRW dan RIPPDA Kabupaten Malang sektor pariwisata merupakan salah satu sektor prioritas dalam pengembangan wilayah. Kelengkapan fasilitas pelayanan wisatawan yang disediakan pengelola objek wisata pantai belum lengkap. Tujuandaripenelitianiniadalah(1) Bagaimana pola persebaran objek wisata pantai yang ada di Kecamatan Sumbermanjing Wetan.(2) Bagaimanainteraksi antar objek wisata pantai yang ada di Kecamatan Sumbermanjing Wetan.(3) Bagaimana faktor pendukung setiap objek wisata ditinjau dari jumlah unit fasilitas.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, didalamnya menggunakan survei yang bersifat deskriptif. Penelitian iniyang menggunakan survei lapanganmeliputi observasi serta dokumentasi. Analisis data, ada tiga metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu sebagai berikut. (1). Analisis Tetangga terdekat Nearestneighbour analyst (NNA), (2). Analisis gravitasi dan (3). Analisis Indeks Marshall.

Hasil analisis tetangga terdekat diketahui bahwa pola persebaran objek wisata pantai di Kecamatan Sumbermanjing Wetan dankawasan pantai Clungup Mangrove Concervation(CMC)memiliki pola yang dikatagorikan random/acak. Hasil nilai analisis gravitasi terdiri dari enam kelas interaksi tertinggi terjadi antara Pantai CMC – Pantai Sendang Biru. Nilai interaksi paling rendah terjadi antara Pantai Sendiki – Pantai perawan. Hasil analisis Indeks Marshall berdasarkan faktor pendukung berupa fasilitas terdapat empat orde. Pantai Goa Cina adalah pantai yang berada pada orde I, yang berarti memiliki fasilitas dan kemampuan yang baik terhadap wisatawan.Pada orde ke empat merupakan pantai dengan ketersediaan fasilitas terendah yakni Pantai Watu Leter dan Pantai Perawan, yang berarti ketersediaan fasilitas masih minim.

Saran yang diajukanberdasarkanpenelitianiniadalah: (1) Berdasarkan pola persebaran objek wisata pantai yang random atau acak, maka perlunya adanya kerjasama antar pengelola objek wisata pantai dan pelaku usaha perjalanan wisata melalui penetapan paket wisata serta untuk menghindari adanya konflik.(2) Bagi pengelola objek wisata pantai perlunya kerja sama dengan pihak akademisi untuk pengembangan melalui penelitian yang dilakukan.(3) Masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pariwisata harus meningkatkan ketrampilan, kreativitas dan pengetahuan agar mampu bersaing dan bertahan. (4) Bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian pada objek wisata pantai sebaiknya lebih berkoordinasi lagi kepada pengelola objek wisata pantai yang akan diteliti.

 

SUMMARY

 

 

Kusriadi. 2017. Distribution Pattern Analysis, Interaction Between Objects and Supporting Factors Of Beach Tourism Objects At Sumbermanjing Wetan Subdistrict Malang Regency. Undergraduate theses.Department Of Geography,Faculty of Social Sciences, UniversitasNegeri Malang. Supervisors: (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si, (II) Drs. Hendri Purwito, M.Si.

 

Keywords: Encircle the pattern, interaction, facilities and beach tourism objects.

 

Malang District is one of the districts in East Java Province that have the potential to a wide variety of one of them is a potential beach tourism objects.

This opportunity to be used by the government Malang district to develop the tourism sector. Based on RIPPDA and RTRW Malang Regency tourism sector is one of the priority sectors in the development of the region. Completeness of tourist services provided by the managers of the beach tourism objects not yet complete. The purpose of this research is (1) How encircle the pattern beach tourism objects that are in the sub-district Sumbermanjing Wetan. (2) How the interaction between the existing beach tourism objects in the sub-district Sumbermanjing Wetan. (3) How Factors supporting each tourism objects in terms of the number of the unit facilities. This research is a descriptive quantitative research, therein using the survey which is a descriptive. This research is using field survey covers the observation and documentation. A data, there are three methods used in this research is as follows. (1) The nearest neighbor analysis Nearestneighbour analyst (NNA), (2) Analysis of gravity and (3). Analysis of the index Marshall.

The results of the nearest neighbor analysis it is known that encircle the pattern beach tourism objects in the sub-district Sumbermanjing Wetan and coastal area of Clungup Mangrove Concervation (CMC) has the pattern that shares categorize random. The results of the value of the gravitational analysis consists of six classes the highest interaction between CMC beach - the Sendang Biru Beach. The value of the interaction most low happens between Sendiki Coast - the Perawan coast. The results of the analysis of the index Marshall based on supporting factor in the form of the facilities there are four Orde. The beach Goa China is the beach that is located on the I order, which means have the facilities and the ability to tourists. On the fourth order is a beach with the availability of the lowest facility i.e. Watu Leter Beach and the coast of the virgin, which means the availability of the facilities is still low.

The proposed advice based on this research is: (1) based on the pattern encircle the beach tourism objects that random or random, then the need for the cooperation between the managers of beach tourism objects and business players tour travel through the announcement of a tour package and to avoid a conflict. (2) For beach tourism object managers need for cooperation with academics for development through research. (3) communities involved in tourism activities must increase skill and creativity and knowledge to be able to compete and survive. (4) For the next researcher who will do research on the beach tourism object should be more coordination again to the management of the beach tourism objects that will be examined.