SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA KELAS XI IPS SMA LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Dearga Eraldi Wriasumitra

Abstrak


ABSTRAK

 

Wriasumitra, Dearga Eraldi. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Siswa Kelas XI IPS SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd (II) Drs. Hendri Purwito, M.Si.

 

Kata kunci: Group Investigation, Kemampuan Memecahkan Masalah

Pendekatan saintifik merupakan kekuatan utama dalam kurikulum 2013. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik mendorong siswa melakukan penyelidikan untuk menemukan fakta dari sebuah fenomena, sehingga pembelajaran ini membutuhkan kemampuan memecahkan masalah untuk penyelesaiannya. Model Pembelajaran Group Investigationmerupakan model pembelajaran yang berlandaskan pada pendekatan saintifik. ModelGroup Investigationdirasa sesuai karena fokus utama pembelajaran ini untuk melakukan investigasi terhadap suatu topik atau objek khusus yang membuat siswa lebih termotivasi untuk menemukan masalah beserta pemecahannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model Group Investigation terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa.

Rancangan penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian berjumlah 63 siswa dengan rincian 31 siswa kelas XI IPS 4 sebagai kelas kontrol dan 32 siswa kelas XI IPS 3 sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah soal tes essai pretest dan posttest berdasarkan indikator kemampuan memecahkan masalah.Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan SPSS 16.0 for Windows.

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh dari model pembelajaran Group Investigation terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa kelas XI IPS SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Pengaruh model Group Investigation dibuktikan dengan nilai gainscore kelas eksperimen sebesar 15,46 sedangkan kelas kontrol hanya 10,64. Model pembelajaran Group Investigation memiliki kelebihan mendorong siswa untuk belajar lebih aktif dan lebih bermakna. Artinya siswa dituntut selalu berpikir tentang suatu persoalan dan mereka mencari sendiri cara penyelesaiannya, sehingga bisa lebih meningkatkan minat dan kemampuan memecahkan masalah siswa.

Saran yang diajukan untuk guru adalah menjadikan model Group Investigationsebagai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah mengujicobakan model Group Investigation pada materi berbeda dan mengkombinasikan dengan media pembelajaran yang lebih variatif sehingga tampak pengaruh yang besar terhadap kemampuan memecahkan masalah dan memperoleh manfaat yang lebih besar dari model Group Investigation.