SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Metode Pembelajaran Problem Solving Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta didik Kelas XI IPS MA AL-Hidayah Wajak

Muhamad Syamsul Huda

Abstrak


ABSTRAK

 

Huda, Syamsul. 2012. Penerapan Metode Pembelajaran Problem Solving Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta didik Kelas XI IPS MA AL-Hidayah Wajak. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd (II) Bagus Setiabudi Wiwoho,S.Si, M.Si.

 

Kata kunci:  Berpikir Kritis, Pembelajaran Problem Solving

Proses pembelajaran geografi di MA AL-Hidayah Wajak cenderung masih rendah, hal ini didapat dari nilai afektif dari guru mata pelajaran geografi dengan rata-rata 46,52, proses pembelajaran masih di anggap kurang dan belum maksimal. Hal ini didapat dari informasi guru yang mengajar, peserta didik cenderung pasif dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran dengan menerapkan metode problem solving bisa dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Metode pembelajaran yang membimbing peserta didik dalam menyelesaikan permasalah dengan tahap tahap sesuai dengan sintak problem solving. Dengan adanya metode problem solving, peserta didik dituntut untuk memahami setiap masalah yang akan diselesaikan.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI IPS MA AL-Hidayah Wajak Kabupaten Malang. Penelitian ini termasuk termasuk jenis penelitian tindakan kelas subjek penelitian kelas XI IPS  sebagai kelas yang digunakan untuk penelitian. Instrumen untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis peserta didik menggunakan soal pre test dan post test. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif melalui penilaian berpikir kritis.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan setelah pelaksanaan tindakan dilakukan. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya rata-rata skor kemampuan berpikir kritis pada siklus 1 kemampuan berpikir kritis peserta didik sebagian besar dalam kategori cukup kritis yaitu sebesar 57,6% (15 peserta didik) dan jumlah peserta didik kritis  19,2% (5 peserta didik) setelah dilakukan perbaikan oleh guru pada tahap tahap mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi dan membina suasana yang responsif pada saat diskusi berlangsung. Pada siklus 2 jumlah peserta didik kritis sebesar 57,6% (15 peserta didik) dan jumlah peserta didik cukup kritis 34,61% (9 peserta didik). Dengan ini setelah disimpulkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI IPS MA AL-Hidayah Wajak.