SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Time Token Arends Pada Mata Pelajaran Geografi Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas X-6 SMA Negeri 1 Tulungagung

Eka Novi Indriani

Abstrak


ABSTRAK

 

Indriani, Eka Novi. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Time Token Arends Pada Mata Pelajaran Geografi Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas X-6 SMA Negeri 1 Tulungagung. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd, (2) Syamsul Bachri, S.Si, M.Sc., Ph.D.

 

Kata Kunci:, ModelTime Token Arends, Keaktifan BelajarSiswa

Berdasarkan observasi padatanggal 13-14Januari 2016 di SMAN 1 Tulungagung, guru belum menggunakan model pembelajaran yang tepat untuk mata pelajaran geografi sehingga kelastidakkondusifdanhanya didominasiolehsiswaaktif.Penelitimenyimpulkanbahwakeaktifanbelajarsiswa di kelasinitergolongrendah.Penelitimemberikansolusidenganmenggunakanmodel Time Token Arends.Model pembelajaranTime Token Arendsmerupakansalahsatusaranauntukmenyalurkanbakatberbicarasiswaaktif agar mempunyaibatasanpositifdanmenumbuhkan rasa toleransipadasiswa lain.Jadi, RumusanmasalahdaripenelitianiniadalahApakahpenerapan model pembelajaranTime Token ArendsdapatmeningkatkankeaktifansiswapadamatapelajarangeografikelasX-6SMA Negeri 1 Tulungagung.

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas, dengan rincian prosedur penelitian yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini terdiri atas dua siklus, siklus I dengan dua pertemuan dengan materi konsep hidrologi, dan perairan darat, dan siklus II dengan duapertemuan dengan materi perairan laut.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui persentase dari peningkatan keaktifan belajar siswa pada pra tindakan, siklus I, dan siklus II,  antara lain persentase keaktifan belajar siswa pada pra tindakan hanya 4,24%, kemudian meningkat 61,82% menjadi 66,06% pada siklus I, kemudian mengalami peningkatan 23,64%  menjadi 89,70% pada siklus II. Peningkatan ini dilihat dari penilaian komponen-kompenen keaktifan siswa yaitu bertanya, menjawab, berpendapat, menyanggah, mencatat. Dari kelima komponen tersebut dapat diketahui peningkatan keaktifan belajar pada setiap siklus.Melalui dua siklus yag telah dilakukan, dapat diketahui bahwa model Time Token Arendsdapat meningkatkan keaktifan belajar siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan persentase keaktifan belajar siswa.

 

Saran yang diberikan oleh peneliti adalah dalam melaksanakan model pembelajaran Time Token Arends guru harus selalu dapat mengontrol waktu dan kondisi kelas, agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Untuk peneliti selanjutnya dapat menerapkan model Time Token Arends ini untuk mengukur aspek-aspek yang lain misalnya hasil belajar, motivasi, atau prestasi belajar siswa.