SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

“PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI SISWA KELAS X SMAN 9 MALANG”

hafi wardana

Abstrak


ABSTRAK

 

Moch Hafi Wardana. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Pada Pembelajaran Geografi Siswa Kelas X Sman 9 Malang. Pembimbing Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd dan Drs. Marhadi Slamet Kristiyanto, M.Si

 

Kata Kunci:  Model pembelajaran discovery, kemampuan berpikir tingkat tinggi

Discovery merupakan jenis model pembelajaran yang digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh model pembelajaran discovery terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dengan soal tes yang mengacu pada indikator kemampuan berpikir tingkat tinggi. Rancangan penelitian ini adalah two-group pretest-posttest purposive sampling dengan dua kelas eksperimen.

Hasil analisis dengan menggunakan uji-t menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,003. Jadi nilai signifikansi 0,003< 0,025, maka terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi antara siswa dengan model pembelajaran discovery dan pembelajaran konvensional. Hasil analisis data diketahui bahwa rata-rata peningkatkan skor kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada kelas eksperimen adalah 30, sedangkan rata-rata peningkatan nilai kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada kelas kontrol adalah18,4. Dengan demikian kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dengan model pembelajaran discovery lebih tinggi dibanding siswa dengan model pembelajaran konvensional.

 

Disarankan agar menganjurkan kepada guru geografi untuk menerapkan model pembelajaran discovery dalam kegiatan pembelajaran, model pembelajaran ini tidak hanya bisa dilakukan di dalam kelas, tetapi juga bisa dilakukan di luar kelas. Dengan adanya fasilitas penunjang siswa dalam pembelajaran.