SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH MODEL GENIUS LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR INTEGRATIF SISWA KELAS XI SMAN 1 SUTOJAYAN KABUPATEN BLITAR

Retno Diah Suryani

Abstrak


Model Genius Learning merupakan model pembelajaran aktif yang terdiri atas berbagai macam metode dan pendekatan praktis guna meningkatkan hasil pembelajaran. Kelebihan dari model Genius Learning adalah dapat mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran, meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan melatih bekerja sama, memudahkan siswa memahami materi pelajaran, dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Namun model Genius Learning belum diketahui pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir integratif.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh model Genius Learning terhadap berpikir integratif. Penelitian ini merupakan penelitian jenis eksperimen semu (quasy eksperimen design) dengan menekankan pada Pretest-Post test Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 2 dan XI IPS 3 di SMAN 1 Sutojayan. Data dikumpulkan dengan melakukan dua tes yaitu pre test dan post test. Analisis data penelitian menggunakan Uji-t (t-test). Hal ini digunakan untuk melakukan uji hipotesis dengan SPSS 16.0 for windows.

Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikasi sebesar 0,015. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa model Genius Learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir integratif siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Sutojayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir integratif pada kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 81,25 sedangkan kelas kontrol sebesar 77,19.

 

Berdasarkan temuan penelitian, terdapat saran bagi guru dan peneliti selanjutnya. Pertama, guru disarankan menggunakanmodel Genius Learning dalam pembelajaran geografi dengan materi yang sesuai dengan model Genius Learning, yaitu materi-materi yang banyak menyajikan permasalahan. Kedua, saran untuk peneliti selanjutnya yaitu peneliti lebih lanjut dapat melakukan penelitian dengan menggunakan variabel lain seperti pemahaman konsep, berpikir tingkat tinggi, berpikir analitis, berpikir kritis, minat, motivasi belajar, dan hasil belajar.