SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Materi Hidrosfer Berbantuan Media Video Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Kelas X IPS 3 Di SMAN 1 Kandat Kediri

Sulusy Audia Zulkha

Abstrak


ABSTRAK

Zulkha, Sulusy Audia. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Materi Hidrosfer Berbantuan Media Video Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Kelas X IPS 3 Di SMAN 1 Kandat Kediri. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd., M.Si., (II) Ardyanto Tanjung, S.Pd., M.Pd.

Kata Kunci: Model Pembelajaran Problem Based Learning, Kemampuan

Berpikir Analitis

 

Pada kelas X IPS 3 SMAN 1 Kandat Kediri terdapat beberapa permasalahan. Permasalahan tersebut yaitu siswa menjawab pertanyaan tingkat C4 yang diajukan dengan jawaban tingkatan C2. Siswa mengalami kesulitan menganalisis dampak efek rumah kaca pada lapisan atmosfer. Rata-rata siswa menjawab berdampak pada lapisan ozon.Pada nilai ulangan harian siswa hanya 15 siswa yang tuntas dari 37 siswa. Interaksi yang terjadi pada saat pembelajaran hanya satu arah yaitu guru dengan siswa. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitissiswa adalah dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Model Problem Based Learningmerupakan model pembelajaran yang menggunakan masalah nyata di lingkungan sekitar sebagai pokok bahasan pembelajarannya. Kegiatan pembelajaran dilakukan oleh siswa sehingga akan mendorong perkembangan kemampuan berpikir analitis siswa.

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa dengan menerapkan pembelajaran Problem Based Learning. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 3 yang berjumlah 37 siswa. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan.Pengumpulan data kemampuan berpikir analitis siswa menggunakan soal tes. Pelaksanaan tes dilakukan setiap akhir siklus. Tes yang digunakan menggunakan 4 soal esai.Penyusunan soal tes menggunakan indikator kemampuan berpikir analitis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir analitis siswa meningkat pada setiap siklusnya. Sebelum penelitian dilakukan, rata-rata nilai kemampuan berpikir analitis siswa sebesar 69,81. Setelah dilakukan siklus I, rata-rata nilai kemampuan berpikir analitis siswa meningkat menjadi 70,78. Pada siklus II rata-rata kemampuan berpikir analitis siswa meningkat menjadi 85,02. Secara keseluruhan kemampuan berpikir analitis siswa kelas X IPS 3 SMAN 1 Kandat meningkat sebesar 20,11%. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learningdapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa kelas X IPS 3 SMAN 1 Kandat Kediri.