SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja dengan Sikap Pendewasaan Usia Perkawinan pada Siswi MA Muhammadiyah 1 Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro

Hightanil Fajri

Abstrak


Fajri, Hightanil. 2017. Hubungan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja dengan Sikap Pendewasaan Usia Perkawinan pada Sisiwi MA Muhammadiyah 1 Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Singgih Susilo, M.S., M.Si (II) Drs. Djoko Soelistijo, M.Si.

Kata Kunci: Pengetahuan, Kesehatan Reproduksi Remaja, Pendewasaan Usia Perkawinan

Pengetahuan memiliki peran dalam menentukan dan membentuk tindakan seseorang. Kedewasaan seseorang dalam bertindak dan berpikir juga ditentukan oleh tingkat pengetahuan. Pengetahuan kesehatan reproduksi remaja sangat penting untuk dimiliki oleh remaja supaya remaja mendapatkan informasi yang baik mengenai kesehatan reproduksinya. Tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja yang dimiliki remaja dapat menentukan sikap dalam pendewasaan usia perkawinan. Berdasakan hal tersebut, penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dengan sikap pendewasaan usia perkawinan pada siswi MA Muhammadiyah 1 Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Jenis penelitian yang digunakan yaitu korelasional untuk mengetahui hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat dengan mengunakan metode survey dalam pengumpulan data. Jumlah sampel dalam penelitian yaitu 69 responden dari jumlah siswi kelas X dan XI yang didapat secara sampling jenuh (sensus). Analisis data yang digunakan yaitu tabulasi tunggal, tabulasi silang serta uji statistik chi square.

 

Hasil analisis tabulasi silang menunjukkan bahwa variabel dependen terlihat terdapat hubungan dengan sikap pendewasaan usia perkawinan. Sedangkan pada hasil uji statistik chi square, variabel dependen terlihat tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap sikap pendewasaan usia perkawinan yang disebabkan karena hasil nilai probabilitas lebih besar daripada 0,05. Keeratan hubungan  atau koefisien kontingensi antara variabel dependen dengan variabel independen kurang begitu erat sebab hasil uji kontongensi menunjukan hasil yang mendekati nilai 0. Saran yang diajukan berdasarkan permasalahan yang ada di MA Muhammadiyah 1 Sumberrejo yaitu 1) Pemerintah melalui pihak sekolah perlu memperhatikan pendidikan terutama mengenai fasilitas yang menunjang sisiwi dalam mendewasakan usia perkawinan seperti PIK-KRR atau semacamnya, 2) Diperlukan adanya penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi remaja serta dampak dari pernikahan muda terutama pada remaja putri, 3) Perlu adanya pengawasan dan kepedulian dari orang tua masyarakat mengenai dalam mengawasi sikap dan perilaku putrinya untuk menghindarkan mereka dari pergaulan negatif.