SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Dinamika Pertumbuhan Perkotaan dan Perekonomian Antar Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015-2030

Brahmono .

Abstrak


Brahmono. 2017. Dinamika Pertumbuhan Perkotaan dan Perekonomian Wilayah Antar Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015-2030. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Budijanto, M.Sos, (II) Drs. Marhadi Slamet Kistyanto, M.Si.

Kata Kunci : Pertumbuhan Perkotaan, Perekonomian, Ketimpangan, Pola Hubungan,

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan persebaran pertumbuhan perkotaan, kondisi perekonomian dan ketimpangan wilayah antar kabupaten/kota dan SWP (Satuan Wilayah Pengembangan) di Provinsi Jawa Tengah antara tahun awal 2015 dan tahun 2030 dari hasil proyeksi.  Selain itu juga bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel perkotaan, perekonomian dan ketimpangan wilayah, serta mengetahui faktor-faktor penyebab pertumbuhan perkotaan di Provinsi Jawa Tengah. Dalam mengetahui pertumbuhan perkotaan menggunakan data sensus penduduk BPS tahun 2000-2010, beserta data PDRB tiap kabupaten/kota tahun 2010-2015.

 Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode perhitungan statistik dan deskriptif kondisi persebaran pada tahun awal dan akhir pada tiap kabupaten/kota di Jawa Tengah. Analisis penelitian menggunakan korelasi rank spearman dan hubungan tipologi antara ketiga variabel yakni variabel perkotaan, perekonomian dan ketimpangan, yang semuanya membutuhkan perhitungan terlebih dahulu pada indeks ketimpangan Entropy Theil serta analisis LQ dan Shift Share. Selain itu untuk mengetahui faktor-faktor aglomerasi perkotaan menggunakan perhitungan analisis regresi data panel.

Hasil penelitian mengenai hubungan tipologi menunjukkan bahwa terdapat perubahan pada beberapa kabupaten/kota yang mengalami pergeseran tipe atau kategori hubungan tahun awal dan akhir. Selain itu dari ketiga variabel menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang kuat pada aglomerasi ekonomi dengan ketimpangan dan aglomerasi perkotaan, sedangkan ketimpangan dan aglomerasi perkotaan tidak menujukkan adanya hubungan. Faktor yang paling berpengaruh terhadap aglomerasi perkotaan adalah jumlah penduduk, sementara ketimpangan tidak memberikan pengaruh signifikan. Tipologi wilayah menunjukkan bahwa daerah dengan kondisi perkotaan dan perekonomian terbesar dan konsisten di Jawa Tengah adalah Kota Semarang, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Kudus, Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Semarang.