SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALISIS SISWA KELAS XI IIS 1 SMAN 1 KEPANJEN KABUPATEN MALANG PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI

Dema Kurnia

Abstrak


RINGKASAN

 

 

 

Kurnia, Dema. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analisis Siswa Kelas XI IIS 1 SMAN 1 Kepanjen Kabupaten Malang Pada Mata Pelajaran Geografi, Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd, (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si.

Kata kunci: kemampuan berpikir analisis, model pembelajaran inquiry terbimbing.

 

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan diperoleh gambaran kondi sisiswa di kelas XI IIS 1 SMAN 1 Kepanjen Kabupaten Malang. Kemampuan analisis siswa yang masi tergolong rendah baik secara lisan maupun tertulis. Hanya 8% siswa yang mampu menjawab soal analisis secara lisan sisanya 91%. Tes tertulis (UAS semester ganjil) masih ditemukan 87% siswa yang belum tuntas KKM. Kelas ini memiliki nilai rata-rata paling rendah dari pada kelas lainnya. Faktor penyebabnya adalah terdapat beberapa siswa yang tidak memperhatikan saat guru mengajar. Pada saat pembelajaran berlangsung masih menggunakan ceramah sehingga kurang tepat pada saat proses pembelajaran geografi. Beberapa siswa ada yang berbicara dengan teman sebangku pada waktu proses pembelajaran, dan siswa tidak terbiasa dengan pemberian soal dengan ranah analisis (C4). Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu dilakukan penelitian penerapan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan analisis siswa. Salah satunya dengan penerapan model pembelajaran inquiry terbimbing untuk meningkatkan kemampuan berpikir analisis siswa kelas XI IIS 1 SMAN 1 Kepanjen.

Jenis penelitian tindakan kelas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah model pembelajaran inquiry terbimbing dapat meningkatkan kemampuan berpikir analisis siswa. Subyek penelitian ini adalah 24 siswa kelas XI IIS 1 SMAN 1 Kepanjen dengan materi disemester genap yaitu LingkunganHidup.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan nilai tes kemampuan berpikir analisis pada siklus I dan siklus II. Hasil tes diperoleh peningkatan di setiap indicator kemampuan analisis. Indikator yang mengalami peningkatan tertinggi adalah “Membedakan hubungan sebab akibat dari beberapa peristiwa” pada siklus I sebesar 73,97 menjadi 85,35 dengan persentase peningkatan 11,38%. Rata-rata nilai kemampuan berpikir analisis pada siklus I yaitu 77 menjadi 85,16 padas iklus II. Persentase peningkatan pada penelitian ini sebanyak 10,59%.

Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inquiry terbimbing dapat meningkatkan kemampuan berpikir analisis siswa. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan nilai tes dari siklus I ke siklus II. Saran yang diajukan pada guru adalah untuk menggunakan model pembelajaran inquiry terbimbing sebagai salah satu model pembelajaran alternatif.