SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Penerapan Pertanian Organik (Studi Kasus Desa Torongrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu)

Rahmita Candra Dewi

Abstrak


ABSTRAK

 

Dewi, Rahmita, Candra. 2017. Analisis Penerapan Pertanian Organik (Studi Kasus Desa Torongrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu). Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Singgih Susilo M.S, M.Si (II) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.Si

 

Kata kunci: pertanian, organik

 

Desa Torongrejo merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Junrejo Kota Batu. Desa Torongrejo menjadi salah satu desa dari keempat belas desa organik di Kota Batu namun masih belum mendapatkan sertifikasi organik. Hal ini dapat dilihat dari 7 kriteria standar pertanian organik menurut IFOAM (International Federation Of Agriculture Movement) yaitu lokalita, perbaikan tanah, meredam polusi, kualitas produk, pemanfaatan energi, kesempatan kerja, dan ketahanan/keberlanjutan dalam bidang pertanian. Berdasarkan latar belakang di atas perlu dilakukan penelitian terhadap penerapan pertanian organik di Desa Torongrejo.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik petani dan penerapan pertanian organik di Desa Torongrejo. Rancangan penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini menggunakan 2 jenis data yaitu data primer yang berasal dari hasil wawancara dengan petani di kawasan organik dan data sekunder yang berasal dari dokumentasi sumber-sumber tertulis. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman kuisioner dan wawancara. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif.

Hasil penelitian yaitu sebagian besar petani memiliki umur produktf dengan dominasi laki-laki dengan tamatan terbanyak adalah Sekolah Dasar (SD). Jenis tanaman yang paling banyak ditanam adalah bawang prei dengan luas lahan 600-9.012 m² dengan status kepemilikan lahan terbanyak adalah milik pribadi. Petani Desa Torongrejo merupakan petani semi organik, dilihat dari jenis pupuk yang digunakan masih diselingi dengan pupuk kimia. Cara pengolahan lahan pertanian sebanyak 57% responden memilih untuk mencangkul. Cara pemberantasan hama sebanyak 12% responden masih diselingi dengan bahan kimia. Cara pengolahan limbah atau sisa-sisa tanaman dicangkul kembali sebagai rabuk/pupuk. Banyaknya panen mulai dari 3-5 kali dalam setahun dengan rata-rata pendapatan bruto sebesar Rp 78.800.000,-. Hasil produk pertanian belum dikemas karena masih menggunakan sistem langsung jual ke tengkulak. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan penerapan pertanian organik yang belum sepenuhnya diterapkan hendaknya pemerintah dibantu oleh penyuluh pertanian lebih memperhatikan proses kegiatan pertanian yang berlangsung sedangkan untuk pendapatan petani hendaknya pemerintah dapat mengakomodir kestabilan harga komoditas dan bantuan untuk pertanian juga diusahakan dapat tepat waktu.

 

 

 

 

.

 

 

 

ABSTRACT

 

Dewi, Rahmita, Candra. 2017. Analysis of Organic Agriculture Implementation (Case Study in Torongrejo Junrejo Subdistrict Batu City). Thesis. Departement of Geography, Faculty of Social Science, State University of Malang. Advisor: (I) Dr. Singgih Susilo M.S, M.Si (II) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.Si

 

Keywords: agriculture, organic

 

Torongrejo is one of the villages located in Junrejo Subdistrict Batu City. Torongrejo became one of the fourteen organic villages in Batu City but still not getting organic certification. This can be seen from 7 standard criteria of organic agriculture according to IFOAM (International Federation Of Agriculture Movement) namely local, land improvement, pollution reduction, product quality, energy utilization, employment opportunities, and sustainability / sustainability in agriculture. Based on the above background it is necessary to conduct research on the application of organic agriculture in Torongrejo.

This study aims to determine how the characteristics of farmers and the application of organic agriculture in Torongrejo. The research design in this research is descriptive. This study uses two types of data, namely primary data derived from interviews with farmers in the organic area and secondary data derived from the documentation of written sources. The research instrument used is questionnaire and interview. Data collection techniques used structured interviews. Data analysis in this research using descriptive analysis.

The result of this research is that most of farmers have productive age with male domination with the most graduated is elementary school (SD). The most widely planted species are leek with an area of 600-9,012 m² with the most land ownership status is private property. Farmers of Torongrejo are semi organic agriculture, seen from the type of fertilizer used is still interspersed with chemical fertilizers. How to cultivate agricultural land as much as 57% of respondents choose to hoe. How to eradicate pests as much as 12% of respondents are still interspersed with chemicals The way of processing waste or crop residues is hoisted back as a fertilizer / fertilizer. The number of harvests ranging from 3-5 times a year with an average gross income of Rp 78.8 million. Agriculture products have not been packaged yet because they still use the direct selling system to the middlemen. Based on the results of the research is expected that the application of organic agriculture that has not been fully applied should the government assisted by agricultural extension more attention to the process of agricultural activities that take place while for farmers income should the government can accommodate the stability of commodity prices and assistance for agriculture also cultivated can be timely.