SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Spasiotemporal Kerawanan Penyakit Demam Berdarah Dengue Di Kabupaten Nganjuk Menggunakan Sistem Informasi Geografis

Gatra Orbita Digitalis

Abstrak


ABSTRAK

 

Digitalis, Gatra Orbita. 2017. Analisis Spasiotemporal Kerawanan Penyakit Demam Berdarah Dengue Di Kabupaten Nganjuk Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Rudi Hartono, M.Si. (2) Purwanto, S.Pd, M.Si

 

Kata kunci: spasiotemporal, demam berdarah, sistim informasi geografi

 

Kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan. Kesehatan berhubungan dengan pola hidup dan juga lingkungan yang sehat. Salah satu penyakit yang ditimbulkan akibat lingkungan yang kurang sehat ialah Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit DBD masih menjadi masalah sampai saat ini dengan tingginya angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas) yang ditimbulkan. Data profil kesehatan Provinsi Jawa Timur 2011 menunjukkan demam berdarah menempati posisi kedua tertinggi dari  penyakit terbanyak di rumah sakit. Demam berdarah masih sangat tinggi karena vektor pembawanya, yaitu nyamuk Aedes Aegepty sulit untuk diberantas. Kabupaten Nganjuk merupakan satu wilayah di Jawa Timur yang mengalami peningkatan penderita DBD di tahun 2012. Hal ini menajdikan kekhawatiran akan Kejadian Luar Biasa (KLB) muncul membayangi Kabupaten Nganjuk.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Mengkaji tingkat kerawanan penyakit Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Nganjuk (2) Mengetahui distribusi spasial dan temporal antara tingkat kerawanan dengan jumlah penderita DBD di Kabupaten Nganjuk. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini terbagi dalam tiga tahapan, tahap pertama adalah tahap awal atau obesrvasi untuk memperoleh data mengenai pasien Demam Berdarah Dengue, tahap kedua merupakan pelaksanaan, dan yang terakhir adalah penyelesaian dengan menganalisis data hasil cek lapangan dan sekunder  menggunakan Sistim Informasi Geografi (SIG) berupa ArcGIS dengan metode overlay.

Hasil dari penelitian ini adalah (1) tingkat kerawanan penyakit DBD di Kabupaten Nganjuk terdiri dari 4 kategori, yaitu: sangat rendah, rendah, sedang, dan tinggi (2) Wilayah tingkat kerawanan DBD pada satu kategori memiliki karakter yang berbeda. Karakter pada tingkat kerawanan rendah hampir sama dengan karakter yang dimiliki tingkat kerawanan sedang. Sedangkan kategori tinggi sampai sangat tinggi juga memiliki karakter yang hampir sama (3) Perbedaan karakter ada pada masing – masing parameter baik dari sanitasi, kepadatan penduduk, penggunaan lahan, curah hujan, dan arah angin.

Saran yang dapat diberikan adalah (1) untuk Pemerintah Daerah terutama Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk menggunakan Sistim Informasi Geografi untuk melakukan prediksi, memetakan, dan memprogram terkait pencegahan maupun penanggulangan DBD (2) masyarakat diharapkan tidak menyepelekan himbauan dari instansi terkait tentang penanggulangan DBD dan daerah yang terkena kerawanan tinggi (3) lebih mengutamakan hidup bersih untuk kewaspadaan terjangkit penyakit DBD.