SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Komparasi Indeks Vegetasi Dalam Pemetaan Vegetasi Mangrove (Studi Kasus :Muara Sungai Porong Kabupaten Sidoarjo)

rizal khoironi mustaqim

Abstrak


ABSTRAK

 

Fungsi ekosistem mangrove yang sangat besar membuat kelestarian mangrove menjadi sangat penting. Masyarakat Indonesia pada umumnya telah menyadari akan pentingnya menjaga kelestarian mangrove. Akan tetapi manajemen pemanfaatan mangrove yang terjadi saat ini belum didasarkan pada pendekatan yang baik serta merujuk pada kelestarian mangrove. Hal tersebut berdampak pada rusaknya ekosistem mangrove yang ada di wilayah pesisir. Pemantauan mangrove secara langsung dilapangan sangat sulit dilakukan karena lokasi habitat mangrove yang sulit dijangkau, oleh karena itu diperlukan metode alternatif berupa penginderaan jauh guna mempermudah proses monitoring dan pengawasan mangrove.

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui indeks vegetasi terbaik dalam proses pemetaan kerapatan dan sebaran jenis mangrove di Muara Sungai Porong Kabupaten Sidoarjo menggunakan Citra Landsat 8 OLI TIRS. Penelitian ini termasuk penelitian survey dengan pendekatan keruangan. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa data kerapatan tegakan mangrove serta tutupan kanopi di lapangan untuk data sekunder berupa data nilai piksel indeks vegetasi yaitu metode NDVI, MSAVI 2, DVI, GNDVI, IPVI, MTVI 2, OSAVI, EVI, dan TVI. Metode untuk mengetahui indeks vegetasi terbaik pemetaan kerapatan mangrove menggunakan analisis statistik yakni uji korelasi indeks vegetasi dengan jumlah tegakan mangrove (m2) dan persentase tutupan kanopi daun. Sedangkan untuk klasifikasi jenis mangrove menggunakan uji akurasi.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa MSAVI 2 merupakan indeks vegetasi terbaik dalam melakukan pemetaan kerapatan mangrove di Muara Sungai Porong, hal itu ditunjukkan oleh nilai korelasi sebesar 0.765 dengan persentase tutupan kanopi serta 0.869 dengan jumlah tegakan pohon mangrove di lapangan. Selain itu untuk memetakan sebaran jenis mangrove indeks vegetasi terbaik adalah TVI dengan nilai akurasi kebenaran sebesar 73.97%.

 

Penelitian ini masih menggunakan citra satelit Landsat 8 OLI TIRS dengan resolusi 30 meter, oleh karena itu untuk mendapatkan data yang lebih baik dan detail perlu dilakukan kajian lebih mendalam menggunakan citra satelit resolusi tinggi. Selain itu potensi hutan mangrove yang tinggi dapat dikembangkan menjadi objek wisata mangrove sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah.