SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING (CORE) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMAN 10 MALANG

Choirul Ageng Satria

Abstrak


ABSTRAK

Satria, Choirul Ageng. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Pada Matapelajaran Geografi di SMAN 10 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si (II) Dr. Budi Handoyo, M.Si.

Kata Kunci: Model pembelajaran CORE, berpikir tingkat tinggi

Pemilihan model pembelajaran yang sesuai dapat memberikan peluang keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat dipilih guru untuk menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah model pembelajaran CORE. Model pembelajaran ini dipilih karena beberapa alasan. Alasan tersebut terdiri dari: (1) model pembelajaran CORE dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, (2) model pembelajaran CORE berpusat pada peserta didik, (3) model pembelajaran CORE sesuai dengan teori konstruktivistik pembelajaran.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran CORE terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan menggunakan desain Posttest Only Control Group Design. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas X IPS 6M2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPS 6J2 sebagai kelas kontrol. Pengukuran kemampuan berpikir tingkat tinggi menggunakan 5 soal essai yang dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas dan uji hipotesis menggunakan perhitungan uji t atau Independent Sample T-test.

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik pada mata pelajaran geografi di SMAN 10 Malang. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai rata-rata model pembelajaran CORE lebih tinggi. Nilai tersebut diperoleh dari penerapan sintak model pembelajaran CORE yaitu Ekstending (Perluasan) di kelas eksperimen. Pada sintak ini terlihat peserta didik dapat mengaplikasikan pengetahuan yang baru untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Cara belajar yang seperti ini membantu memperluas pengetahuannya dalam memahami matapelajaran geografi khususnya materi dinamika hidrosfer. Selain itu juga kemampuan yang telah diperoleh peserta didik dari model pembelajaran CORE ini dapat meningkatkan percaya diri dan kecakapan berkomunikasi. Peserta didik dituntut untuk menghubungkan pembelajaran yang telah mereka peroleh dengan kehidupan sehari -hari. Bekal pengetahuan yang diberikan sejak dini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang mereka miliki.