SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Prediksi Perubahan Penggunaan Lahan Berdasarkan Citra Landsat Multiwaktu Dengan Land Change Modeler (Lcm) Idrisi Selva 17 : Studi Kasus Sub-Das Brantas Hulu

DODIK PRASETYO PRABOWO

Abstrak


ABSTRAK

 

Prabowo, Dodik Prasetyo. 2016. Prediksi Perubahan Penggunaan Lahan Berdasarkan Citra Landsat Multiwaktu Dengan Land Change Modeler (Lcm) Idrisi Selva 17 : Studi Kasus Sub-Das Brantas Hulu. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Syamsul Bachri, S.Si, M.Sc, Ph.D, (II) Bagus Setiabudi Wiwoho, S.Si, M.Si.

 

Kata Kunci: prediksi, penggunaan lahan, perubahan penggunaan lahan, pemodelan , land change modeler, idrisi selva 17

 

Meningkatnya jumlah populasi manusia cenderung mendorong perubahan penggunaan lahan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pentingnya keterkaitan antara manusia dan lahan yang memberikan dampak pada kehidupan manusia di masa mendatang. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu prediksi untuk melihat penggunaan lahan di masa mendatang untuk menghindari kerugian bagi manusia maupun alam. Sub-DAS Brantas Hulu mempunyai peran vital dalam keberlangsungan DAS itu sendiri.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pola perubahan penggunaan lahan dengan Land Change Modele (LCM) dan prediksi penggunaan lahan tahun 2020 dan 2025 di area kajian.

Metode yang digunakan adalah menganalisis perubahan penggunaan lahan dari tahun 2001 hingga 2011 dengan Change Analysis. Hasil yang ada selanjutnya dimodelkan bersama faktor-faktor pendorong perubahan penggunaan lahan seperti jaringan jalan, jaringan sungai, dll. Pemodelan ini menggunakan modul Land Change Modeler (LCM) Idrisi Selva 17 dengan pemilihan Multi Layer Preceptron (MLP) yang merupakan salah satu bentuk dari Artificial Neural Network (ANN).   Hasil dari pemodelan ini berupa peta penggunaan lahan tahun 2015 yang selanjutnya diuji validasi dengan peta penggunaan lahan aktual dengan nilai dengan nilai Kstandart 0.76. setelah valid, maka model yang ada dapat digunakan untuk memprediksi penggunaan lahan di tahun 2020 dan 2025.

Di tahun 2020, didapatkan luas hutan sebesar 8883.19 Ha, luas ladang sebesar 2066.59 Ha, luas sawah sebesar 295.15 Ha, luas pemukiman sebesar 3193,75 Ha, luas tanaman campuran sebesar 5221.73 Ha, dan luas lahan terbuka pada kaldera sebesar 380,96 Ha. Sedangkan di tahun 2025, luas penggunaan lahan berupa hutan sebesar 9134.50 Ha, sedangkan luas penggunaan lahan ladang sebesar 1766,72 Ha, luas sawah sebesar 295,96 Ha, sedangkan luas pemukiman sebesar 3314,97 Ha, luas tanaman campuran sebesar 5147.67 Ha, dan luas lahan terbuka pada kaldera sebesar 380.98 Ha. Faktor pendorong perubahan penggunaan lahan di wilayah penelitian lebih disebabkan oleh jaringan jalan yang ada sehingga mendukung kegiatan pemanfaatan lahan seperti pertanian yang nantinya mendorong para petani untuk merubah penggunaan lahan yang telah ada. Selain itu, kegiatan pariwisata serta pertumbuhan di Kota Batu mendorong banyak lahan berubah menjadi pemukiman.