SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Group Investigation Berbasis Outdoor terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IIS MAN 1 Kota Malang pada Materi Kearifan Dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Hafsah Wahyu Nur Afifah

Abstrak


ABSTRAK

 

Afifah, Hafsah Wahyu Nur. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation Berbasis Outdoor terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IIS MAN 1 Kota Malang Pada Materi Kearifan dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd, (II) Drs. Marhadi Slamet K, M.S, M.Si.

Kata Kunci: Model Group Investigation berbasis Outdoor, Kemampuan Berpikir

          Kritis.

Model pembelajaran Group Investigation merupakan model pembelajaran kooperatif dan menuntut siswa untuk aktif bekerja sama secara kelompok. Model ini dikombinasikan dengan metode pembelajaran outdoor. Model Group Investigation berbasis Outdoor ini membantu siswa aktif dalam bertanya, mengungkapkan gagasan untuk memecahkan suatu permasalahan serta mengumpulkan informasi sesuai fakta di lingkungan luar sekolah (outdoor) untuk mencapai kemampuan berpikir kritis siswa. Berdasarkan hal tersebut model Group Investigation berbasis Outdoor ini diharapkan mampu mengembangkan pola pikir siswa kelas XI IIS MAN 1 Kota Malang menjadi siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis yang tinggi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Group Investigation berbasis Outdoor terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IIS MAN 1 Kota Malang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) tipe pretest-posttest control group design. Subjek penelitian ini kelas XI IIS 1 sebagai kelas eksperimen berjumlah 29 siswa dan XI IIS 2 sebagai kelas kontrol berjumlah 26 siswa. Instrumen yang digunakan adalah soal pretest dan posttest sebanyak 5 butir soal. Kelayakan instrumen dilakukan melalui uji prasyarat yang terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas, sedangkan analisis data yang dilakukan melalui uji hipotesis menggunakan uji t tidak berpasangan (independent sample t test).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara tingkat berpikir kritis siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi uji t < 0,05 dan perhitungan rata-rata gain score kelas eksperimen sebesar 5,13 lebih tinggi dari kelas kontrol 1,81. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Group Investigation berbasis Outdoor berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IIS MAN 1 Kota Malang pada mata pelajaran Geografi. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi guru mata pelajaran geografi untuk menerapkan model pembelajaran Group Investigation berbasis Outdoor sebagai variasi model pembelajaran dan mengatasi kemampuan berpikir kritis siswa yang menurun, serta digunakan pada materi dengan kompetensi dasar analisis.